Kabar Bahagia untuk JPO 'Love-Hate Relationship' di Rasuna Said

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Halte Kedubes Malaysia dan Halte Epicentrum Selatan tampil lebih menarik dengan dominasi warna cokelat di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Halte Kedubes Malaysia dan Halte Epicentrum Selatan tampil lebih menarik dengan dominasi warna cokelat di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Keberadaan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berdiri berdampingan tetapi tidak saling terhubung di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik. Kondisi tersebut bahkan ramai dijuluki sebagai JPO "love-hate relationship" di media sosial karena dinilai membingungkan pengguna.

Menanggapi hal itu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan alasan desain kedua JPO tersebut, sementara LRT Jabodebek menyatakan siap mendukung rencana penyambungannya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga memastikan kedua JPO itu akan segera dikoneksikan guna mempermudah mobilitas masyarakat.

Dinas Bina Marga DKI Beri Penjelasan soal JPO 'Love-Hate Relationship'

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta memberikan penjelasan terkait keberadaan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang lokasinya saling berdekatan di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

"JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya yang membutuhkan kemudahan akses," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, dalam keterangan resminya yang dirilis pada Senin (3/8).

Kondisi dua JPO yang berdekatan di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026). Foto: Ratu Shafa/kumparan

Meskipun tidak terhubung langsung, jarak antara tangga turun kedua JPO tersebut relatif dekat, yakni hanya sekitar 50 meter.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas penyeberangan yang tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas," tutup Dinar.

LRT Jabodebek Siap Dukung Penyambungan JPO

LRT Jabodebek menyatakan siap mendukung rencana penyambungan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan karena berdiri berdampingan tetapi tidak saling terhubung atau 'love-hate relationship'.

instagram embed

“Intinya kita sudah bersama Dinas Bina Marga melakukan joint inspection atau tinjauan lapangan. Memang secara teknis katanya ada perbedaan ketinggian,” kata Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, kepada kumparan, Selasa (4/8).

Ditemui terpisah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan dua JPO yang menjadi sorotan tersebut akan segera dikoneksikan.

“Kebetulan saya sudah mengikuti beritanya dan saya juga baru tahu kalau tidak terhubung. Maka kami akan segera memutuskan untuk dihubungkan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8).

Pramono Pastikan JPO Rasuna Said Segera Dikoneksikan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang sempat menjadi sorotan karena tidak saling terhubung akan segera dikoneksikan.

Pernyataan itu disampaikan Pramono menanggapi keluhan masyarakat mengenai dua JPO di kawasan tersebut yang berdiri berdampingan, namun tidak tersambung. Kondisi itu sempat viral di media sosial dan disebut sebagai JPO ‘love-hate relationship’.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan ketersangan pers di Balai Kota, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Kebetulan saya sudah mengikuti beritanya dan saya juga baru tahu kalau tidak terhubung. Maka kami akan segera memutuskan untuk dihubungkan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8).

Pramono mengatakan, pembahasan mengenai penyambungan JPO tersebut akan dilakukan dalam rapat paripurna yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (5/8).

“Kebetulan besok kami akan ada rapat paripurna khusus untuk itu, jadi yang di JPO Rasuna Said segera akan dihubungkan supaya fasilitas itu terkoneksi dengan baik,”