Kabar Gembira! Jateng Bebaskan Denda & Pajak Progresif Mulai 21 September 2026

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemprov Jateng berlakukan relaksasi pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dan pajak progresif atas persetujuan Gubernur Ahmad Luthfi mulai 21 September hingga 28 Desember 2026. Foto: Dok. Pemprov Jateng
zoom-in-whitePerbesar
Pemprov Jateng berlakukan relaksasi pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dan pajak progresif atas persetujuan Gubernur Ahmad Luthfi mulai 21 September hingga 28 Desember 2026. Foto: Dok. Pemprov Jateng

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memberlakukan kebijakan relaksasi berupa pembebasan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor, pajak progresif, hingga pembebasan sanksi Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dari Jasa Raharja. Relaksasi tersebut berlaku mulai 21 September sampai 28 Desember 2026.

Relaksasi pembebasan denda pajak dan pajak progresif tersebut telah disetujui oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Kemudian dikuatkan dengan penerbitan Keputusan Gubernur Jawa Tengah nomor 100.3.3.1/321 tentang pembebasan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor dan pembebasan progresif pajak kendaraan bermotor.

Pemprov Jateng berlakukan relaksasi pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dan pajak progresif atas persetujuan Gubernur Ahmad Luthfi mulai 21 September hingga 28 Desember 2026. Foto: Dok. Pemprov Jateng

"Gubernur memberikan insentif atau relaksasi terhadap masyarakat yang menunggak pajak kendaraan bermotor dengan membebaskan denda pajak kendaraan bermotor. Selain itu juga membebaskan pajak progresif kepemilikan kendaraan bermotor kedua, ketiga, dan seterusnya," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah Masrofi di kantornya, Jumat, 18 September 2026.

Masrofi menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan menurunkan tunggakan pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah.

Pemprov Jateng berlakukan relaksasi pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dan pajak progresif atas persetujuan Gubernur Ahmad Luthfi mulai 21 September hingga 28 Desember 2026. Foto: Dok. Pemprov Jateng

“Tunggakan itu banyak kendaraan roda dua, karena dari jumlah 17 juta kendaraan di Jawa Tengah, sekitar 80% adalah kendaraan roda dua dan 20% kendaraan roda empat," jelasnya.

Sebagai informasi, insentif atau relaksasi pajak sebelumnya juga sudah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Mulai Februari 2026 lalu ada insentif pajak sebesar 5% dan masih berlaku sampai sampai saat ini.

Pemprov Jateng berlakukan relaksasi pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dan pajak progresif atas persetujuan Gubernur Ahmad Luthfi mulai 21 September hingga 28 Desember 2026. Foto: Dok. Pemprov Jateng

Masrofi menambahkan, kepatuhan pajak menjadi target utama dari kebijakan relaksasi pajak tersebut. Sebab, kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak akan berdampak pada pembangunan di wilayah Jawa Tengah.

"Hasil pajak akan kembali ke masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan kesehatan, dan lainnya,” kata dia.

Pemprov Jateng berlakukan relaksasi pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dan pajak progresif atas persetujuan Gubernur Ahmad Luthfi mulai 21 September hingga 28 Desember 2026. Foto: Dok. Pemprov Jateng

Sementara itu, Kepala Kantir Wilayah Jasa Raharja Jawa Tengah Hendriawanto mengatakan terkait relaksasi pajak kali ini Jasa Raharja juga berpartisipasi dalam memberikan pembebasan sanksi administrasi atau denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Pemprov Jateng berlakukan relaksasi pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dan pajak progresif atas persetujuan Gubernur Ahmad Luthfi mulai 21 September hingga 28 Desember 2026. Foto: Dok. Pemprov Jateng

"Jadi denda tahun-tahun lalu tidak kita kutip. Tujuannya bagaimana meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak," katanya.