Kabut Asap Karhutla Diduga Picu Tabrakan di Tol Palindra, Belasan Orang Luka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kecelakaan di Tol Palindra, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Polres Ogan Ilir
zoom-in-whitePerbesar
Kecelakaan di Tol Palindra, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Polres Ogan Ilir

Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di KM 9+700 A Tol Palembang-Indralaya (Palindra), Kabupaten Ogan Ilir, pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 05.30 WIB.

Insiden ini diduga terjadi akibat pekatnya kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memangkas jarak pandang pengendara. Akibat peristiwa tersebut, belasan penumpang dan sopir mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Empat kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini meliputi Mitsubishi Triton (pelat nomor 8136 CI), bus ALS (BK 7672 UA), bus DAMRI (BG 8136 CI), dan Toyota Avanza (B 2029 CY).

Kasatlantas Polres Ogan Ilir, Iptu Dede Supria Yopi, mengatakan peristiwa bermula saat mobil Triton melaju dari arah Palembang menuju Indralaya. Memasuki lajur cepat, pengemudi Triton memperlambat laju kendaraannya lantaran jarak pandang tertutup asap tebal hingga tersisa sekitar dua meter.

"Pada saat bersamaan, bus ALS rute Medan-Malang meluncur searah diduga kurang fokus sehingga menyundul bagian belakang Triton. Pasca-tabrakan pertama, sopir dan penumpang bus ALS bergegas keluar kendaraan untuk mengecek situasi," katanya.

Setelah itu, bus DAMRI yang melaju dari belakang langsung menghantam bus ALS yang sedang berhenti. Tak berselang lama, Toyota Avanza ikut menabrak bagian belakang bus DAMRI hingga bus tersebut mengalami kerusakan parah.

"Sopir bus DAMRI beserta belasan penumpang yang menderita luka-luka segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, seluruh kendaraan yang terlibat telah diamankan ke Mapolres Ogan Ilir," jelasnya.

Menurut pendataan awal, keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap karhutla disinyalir menjadi salah satu pemicu kecelakaan. Faktor lain yang diduga berperan adalah kurangnya konsentrasi saat berkendara. Namun, kepolisian masih terus mendalami bukti dan petunjuk lainnya.

"Masih lidik, nanti kami sampaikan secara resmi," tambah Dede.

Sementara itu, pengemudi bus ALS, Hartono, mengaku sengaja mengambil lajur lambat lantaran lintasan dipenuhi kabut asap pekat. Ia tak menyadari ada kendaraan yang berhenti di depannya hingga terjadi benturan.

"Kami turun melihat keadaan. Dan tiba-tiba mobil kami ditabrak DAMRI di belakang," kata Hartono.