Kantongi Restu Menteri ESDM, Karawang Siap Kembangkan Sumur Migas lewat Investasi USD 45 Juta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertemuan Bupati Karawang Aep Syaepuloh dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. Pemkab Karawang
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Bupati Karawang Aep Syaepuloh dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. Pemkab Karawang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang berencana mengembangkan eksplorasi sumur minyak dan gas bumi (migas) Haur Gede (HGD-001) di Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang milik Pertamina EP. Pengelolaan sumur tersebut akan dilakukan secara mandiri oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Karawang Energi Persada (Perseroda).

Kabar baiknya, langkah berani mengelola sumur migas secara mandiri ini direstui langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat pertemuan di Kementerian ESDM pada Selasa (27/10) kemarin.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, Pemkab Karawang bergerak cepat mengamankan alokasi pengelolaan sumur HGD-1 agar dapat dikelola daerah dan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Pak Menteri menyetujui sumur ini dikelola oleh Pemerintah Daerah Karawang melalui BUMD kita. Targetnya pada 2027 kita mulai melakukan penandatanganan kesepakatan (MoU) dengan Pertamina EP," kata Aep, Rabu (28/10).

Aep menjelaskan, Menteri ESDM telah menugaskan SKK Migas melalui PT Pertamina EP untuk menindaklanjuti proses kerjasama ini melalui Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).

​"Pak Menteri menyampaikan pokoknya boleh, ini harus bisa jadi sumber pendapatan daerah. Beliau juga langsung mengintervensi kendala-kendala lapangan sampai menugaskan jajaran Dirjen hingga SKK Migas untuk ditindaklanjuti. Pokoknya alhamdulillah lah, beliau mendukung betul apa yang menjadi keinginan kami," beber Aep mengenang pertemuannya dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Dia bilang, pengerjaan fisik dan penyiapan infrastruktur dijadwalkan berlangsung pada periode 2027 hingga 2028. Sementara operasional komersial secara penuh diproyeksikan mulai berjalan pada 2029.

Sumur Haur Gede di kawasan Pedes, lanjutnya, diperkirakan memiliki kandungan rich gas (gas kaya) yang mampu bertahan hingga lebih dari 20 tahun ke depan. Potensi produksinya diperkirakan mencapai sekitar 12,5 MMSCFD untuk gas bumi dan 2,2 MBOPD untuk minyak bumi.

Pertemuan Bupati Karawang Aep Syaepuloh dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. Pemkab Karawang

"Gas di lokasi ini juga mengandung komposisi LPG berkisar 12 hingga 13 persen yang nantinya akan kita bangunkan jaringan gas untuk dimanfaakan masyarakat sekitar dan industri. Jadi intinya ketika jargas sudah terbangun, kebutuhan masyarakat maupun industri lokal akan lebih murah karena dikelola oleh kita sendiri," katanya.

"Makanya saya meyakini dan sangat optimis proyek ini akan menghidupkan kembali BUMD kita," seru Aep.

Gandeng Investor Swasta

Sementara itu, Direktur Utama Perseroda, Muh Cholid menyampaikan, total investasi yang dibutuhkan untuk proyek pengolahan gas tersebut berkisar antara 45 juta hingga 50 juta Dolar AS.

Mengingat besarnya nilai investasi, BUMD akan menggandeng investor swasta melalui skema kerja sama operasional (Joint Operation/JO). Proses pemilihan mitra akan dilakukan secara terbuka melalui mekanisme beauty contest.

"Ada tiga kriteria utama yang kami nilai dari calon investor, yaitu kemampuan finansial, kemampuan teknis dan teknologi pengolahan gas, serta kemampuan penyerapan pasar (market)," ujar Cholid.

Cholid menambahkan, seluruh proses seleksi calon investor hingga skema bagi hasil (profit sharing) akan melibatkan pendampingan dari pihak Kejaksaan guna mengedepankan transparansi dan kepastian hukum.

"Nah terkait pemasaran, hasil produksi gas dari sumur HGD-1 nantinya diproyeksikan untuk memasok kebutuhan industri lokal di kawasan Karawang dan sekitarnya," tandasnya.