Karang Taruna Nasional Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Karang Taruna Nasional Budisatrio Djiwandono salurkan bantuan 6 unit tenda multifungsi dan dana operasional Rp100 juta untuk korban gempa di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ende, NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. PKNT
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Karang Taruna Nasional Budisatrio Djiwandono salurkan bantuan 6 unit tenda multifungsi dan dana operasional Rp100 juta untuk korban gempa di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ende, NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. PKNT

Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) ikut bergerak memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan hasil koordinasi dan asesmen awal, PNKT menetapkan tiga kabupaten sebagai wilayah prioritas dukungan, yakni Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ende.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, PNKT menyiapkan enam unit tenda multifungsi berukuran 6 x 12 meter, masing-masing dua unit untuk setiap kabupaten. Tenda tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat selama masa penanganan darurat.

Ketua Umum Karang Taruna Nasional Budisatrio Djiwandono salurkan bantuan 6 unit tenda multifungsi dan dana operasional Rp100 juta untuk korban gempa di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ende, NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. PKNT

Penyaluran bantuan telah dimulai sejak Senin, 17 Agustus 2026. Dua unit tenda diberangkatkan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.

Sementara dukungan tenda untuk Kabupaten Ende dan Nagekeo disiapkan melalui jalur Bandara Ende sebagai bagian dari tahapan distribusi bantuan PNKT ke wilayah terdampak.

Selain bantuan sarana kedaruratan, PNKT juga menyiapkan dukungan dana operasional awal sebesar Rp100 juta untuk tiga kabupaten tersebut. Penggunaannya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan prioritas masyarakat berdasarkan hasil koordinasi dan perkembangan situasi di lapangan.

Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono menegaskan bahwa Karang Taruna harus ada ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, termasuk dalam penanganan bencana.

“Karang Taruna memiliki jaringan hingga ke daerah dan tumbuh langsung di tengah masyarakat. Ketika terjadi bencana, semangat kesetiakawanan sosial dan gotong royong harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kita ingin memastikan saudara-saudara kita di NTT merasakan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” kata Budi.

Ketua Umum Karang Taruna Nasional Budisatrio Djiwandono salurkan bantuan 6 unit tenda multifungsi dan dana operasional Rp100 juta untuk korban gempa di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ende, NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. PKNT

PNKT memastikan dukungan terhadap penanganan gempa di Flores tidak berhenti pada bantuan tahap awal. Satuan Tugas Tanggap Bencana PNKT akan terus melakukan koordinasi, pemantauan, dan asesmen kebutuhan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Di tengah suasana kemerdekaan, semangat yang ingin kita hidupkan adalah saling menjaga dan saling menguatkan. Karang Taruna harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika saudara-saudara kita sedang menghadapi bencana,” ujar Budi.