Kasatgas PRR Minta Gubernur Sumbar Akselerasi Lahan Huntap di Agam & Padang

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meminta Gubernur Sumatera Barat membantu percepatan penyediaan lahan bagi hunian tetap (huntap) korban bencana Sumatera yang akan dibangun segera.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Kelautan dan Perikanan serta Fasilitas Perumahan dan Permukiman di Sumatera, yang diadakan di Posko Nasional Satgas PRR Sumatera, Kemendagri Jakarta, Selasa 21 Oktober 2026.
Secara khusus Tito menyoroti dua wilayah di Sumatera Barat, yakni di Padang dan Agam. Berdasarkan paparan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Teddy Paul H Siagian, pada acara yang sama, di beberapa daerah proses penyediaan lahan masih menjadi kendala untuk pembangunan huntap.
Sebagai contoh, di Agam belum tersedia lahan untuk dibangun, sedangkan pihak yang memberikan bantuan, yakni Buddha Tzu Chi, sudah siap. Tito mengharapkan Gubernur memberi atensi terhadap persoalan ini.
"Mungkin Pak Gubernur bisa fasilitasi penyiapan tanah di Kota Padang dan Agam. Dua ini yang belum siap tanahnya, Budha Tzu Chi sudah siap. Mohon bantuan dari Bapak Gubernur," kata dia.
Dijelaskan oleh Tito, pemerintah tidak akan berhenti melakukan rehabilitas dan konstruksi pascabencana Sumatera. Walau diakuinya, tantangannya sangat berat. Termasuk bencana yang terjadi berulang.
"Pemeritah baik pusat dan daerah tidak berhenti melakukan rehabilitasi dan konstruksi pascabencana Sumatera, walaupun tidak mudah tantangannya. Karena, pertama, wilayah yang terdampak sangat luas. Karena menyangkut 53 kabupaten/kota terdampak. Kita belum pernah mengalami bencana yang luas seperti ini," katanya.
Pembangunan huntap yang berasal CSR Buddha Tzu Chi, dari data Kementerian PKP, untuk Provinsi Aceh targetnya 1.000 unit dan sudah selesai 534 unit. Yakni berada di Aceh Utara sebanyak 240/500 unit dan Aceh Tamiang 294/500 unit.
Untuk 100 unit tahap 1 di Aceh Utara sudah serah terima, 80 unit tahap 2 Fase A-1 progresnya 100 persen. 50 unit tahap 2 fase A-II progresnya persiapan konstruksi, 60 unit tahap 2 fase B sudah 100 persen, 48 unit tahap 2 fase B 44 persen, 72 unit tahap 2 fase C progresnya pematangan lahan, dan 90 unit tahap 2 fase D juga masih pematangan lahan.
Sedangkan di Aceh Tamiang, 108 unit tahap 1 Fase A progresnya sudah 100 persen dan serah terima. 75 unit tahap 1 Fase B sudah 100 persen, 89 unit Tahap 2 sudah 100 persen, 22 unit Tahap 2 sudah 100 persen, dan 206 unit tahap 2 progresnya sudah 55 persen.
Di Sumatera Utara, target rumah yang dibangun adalah 1.103 unit, dan sudah diselesaikan 582 unit. Di Tapanuli Selatan dari 247/441 unit, sudah 120 unit tahap 1 fase A yang serah terima, dan 107 unit tahap 1 fase B juga 100 persen dan serah terima. Ada 20 unit tahap 2 fase A yang sudah 100 persen. 98 unit tahap 2 fase A progresnya sudah 78 persen, dan 96 unit tahap 2 fase B dalam persiapan konstruksi.
Di Tapanuli Utara Sumut, dari 103 unit sudah serah terima semua. Yakni 68 unit tahap 1 fase A dan 35 unit tahap 1 fase B.
Di Sibolga Sumut, dari 114/200 unit, sebanyak 114 unit tahap 1 fase A sudah 100 persen dan serah terima. Ada 86 unit lainnya pada tahap 1 fase B progresnya 67 persen.
Di Tapanuli Tengah, dari 118 unit sudah serah terima semua atau 100 persen. Sedangkan di Padang Sidimpuan dari 241 unit pada tahap 1 dalam persiapan konstruksi.
Di Sumatera Barat, target perumahan mencapai 500 unit dan sudah selesai 69 unit. Di Padang, 39 unit tahap 1 fase 1A-I progresnya 100 persen. Begitu juga 30 unit tahap 1 fase 1A-II sudah 100 persen. Sedangkan 12 unit tahap 1 fase 1A-II, 72 persen, 72 unit tahap 1 fase 1B progresnya 19 persen, 140 unit tahap 2 pematangan lahan, 47 unit tahap 3 pematangan lahan.
Adapun di Agama Sumbar, dari 160 unit pada tahap 1 progresnya masih pada identifikasi dan persiapah alih status lahan.
Untuk target penyelesaian adalah sampai dengan Oktober 2026 1.185 unit dan sampai dengan Desember 2026 sebanyak 1.418 jumlah unit. Dengan begitu, total keseluruhan unit 2.603.
