KDM Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik Pertama di Karawang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi lakukan groundbreaking pabrik alat berat elektrik LiuGong di Karawang sebagai fasilitas manufaktur pertama di Indonesia untuk akselerasi pembangunan dan efisiensi, Selasa (22/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi lakukan groundbreaking pabrik alat berat elektrik LiuGong di Karawang sebagai fasilitas manufaktur pertama di Indonesia untuk akselerasi pembangunan dan efisiensi, Selasa (22/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik alat berat LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Kabupaten Karawang, Selasa (22/7/2026).

Pabrik ini merupakan fasilitas manufaktur pertama di Indonesia yang secara khusus memproduksi alat berat bertenaga listrik (electric heavy equipment).

Dalam sambutannya, KDM—sapaan akrab Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa ketersediaan alat berat merupakan kebutuhan mendasar dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Jawa Barat, mulai dari akses jalan, gedung, saluran air, hingga fasilitas publik lainnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi lakukan groundbreaking pabrik alat berat elektrik LiuGong di Karawang sebagai fasilitas manufaktur pertama di Indonesia untuk akselerasi pembangunan dan efisiensi, Selasa (22/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

"Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan produk impor. Kami berharap regulasi dapat mendukung agar industri dapat mendistribusikan langsung kepada konsumen tanpa perantara yang panjang, sehingga harganya lebih terjangkau," ujar Dedi Mulyadi.

Menurut KDM, efisiensi harga pengadaan alat berat akan berdampak langsung pada penekanan biaya produksi infrastruktur. Hal tersebut pada gilirannya akan mengefisienkan pengelolaan tata keuangan negara, perusahaan, serta sektor-sektor produksi lainnya.

Kehadiran industri ini juga diproyeksikan memberikan efek berganda jangka panjang bagi perekonomian Jawa Barat. Selain berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja dari sektor ini diharapkan mampu menjadi pendorong naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi lakukan groundbreaking pabrik alat berat elektrik LiuGong di Karawang sebagai fasilitas manufaktur pertama di Indonesia untuk akselerasi pembangunan dan efisiensi, Selasa (22/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

"Peningkatan IPM akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan warga yang bermuara pada perputaran roda ekonomi, karena masyarakat memiliki kepastian pendapatan. Namun dengan satu catatan penting, masyarakat juga harus dididik untuk memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), sehingga mereka tidak hanya terserap sebagai karyawan, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha," tegasnya.

Lebih lanjut, Pemda Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan, kepastian kelancaran investasi, serta kesiapan infrastruktur pendukung bagi para penanam modal, guna menjaga predikat Jawa Barat sebagai daerah yang ramah investasi.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi lakukan groundbreaking pabrik alat berat elektrik LiuGong di Karawang sebagai fasilitas manufaktur pertama di Indonesia untuk akselerasi pembangunan dan efisiensi, Selasa (22/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

Secara khusus, KDM juga menginstruksikan jajaran Pemdaprov Jabar untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten agar dapat terserap secara optimal oleh ekosistem industri yang baru dibangun ini.

"Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar untuk segera mengidentifikasi siswa SMA atau SMK kelas 12, guna diberikan program pelatihan vokasi intensif selama enam hingga dua belas bulan. Tujuannya agar saat lulus nanti, mereka telah menjadi tenaga kerja terampil yang siap pakai," tuturnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi lakukan groundbreaking pabrik alat berat elektrik LiuGong di Karawang sebagai fasilitas manufaktur pertama di Indonesia untuk akselerasi pembangunan dan efisiensi, Selasa (22/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

Sebagai informasi, pembangunan LMMI di area Indonesia Green Smart Industrial Park ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Fase pertama mencakup pembangunan lini produksi ekskavator dan wheel loader elektrik dengan kapasitas produksi mencapai 5.000 unit per tahun, yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2027.