Kebakaran Bedeng di Bali: 300 KK Terdampak, Api Diduga dari Kebocoran Gas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas pemadam kebakaran berdiri di dekat mobil yang hangus terbakar di Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Bali, Selasa (1/9/2026).  Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pemadam kebakaran berdiri di dekat mobil yang hangus terbakar di Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Bali, Selasa (1/9/2026). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Kebakaran melanda deretan bedeng dan gudang rongsok di Jalan Nakula, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Bali, sejak Senin (31/8) malam. Kebakaran yang berdampak terhadap sekitar 300 kepala keluarga (KK) itu sempat dipadamkan, tetapi kembali menyala pada Selasa (1/9) sore.

Api pertama kali muncul sekitar pukul 22.30 WITA. Kobaran api melahap bedeng dan gudang rongsokan milik warga. Hingga Selasa pagi, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan titik api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Denpasar I Made Tirana mengatakan area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 4 hingga 5 hektare. Proses pemadaman terkendala tumpukan rongsokan dan seng yang menutupi sumber api.

"Sampai 4 hektare yang sekarang kami bisa sudah atasi, sudah bisa kami padamkan," kata Tirana ketika ditemui kumparan di lokasi kebakaran, Selasa (1/9).

Menurut Tirana, petugas membutuhkan alat berat untuk membongkar tumpukan material yang menutupi titik api.

"Sehingga menyulitkan regu kami untuk mematikan api karena berada di bawah seng. Sekarang kami menunggu alat berat untuk menggaruk agar yang berada di bawah bisa naik dan kami semprot lagi," jelasnya.

300 KK Terdampak

Situasi kebakaran di areal Jalan Nakula, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. Tampak api makin membesar pada pukul 20.45 WITA, Selasa (1/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Salah satu warga penghuni bedeng, Arifin, mengatakan sekitar 300 KK terdampak akibat kebakaran tersebut. Api disebut membesar sekitar pukul 23.00 WITA dan kemudian merembet ke kontrakan warga.

"Ada kurang lebih 300 KK yang terdampak. Keluarga saya semuanya terdampak," jelasnya ketika ditemui di lokasi.

Arifin mengatakan saat kebakaran terjadi, dia baru pulang ke tempat tinggalnya. Dia melihat api telah melalap rumahnya, termasuk sepeda motor yang terparkir di dalamnya.

"Enggak ada sama sekali, hanya baju yang saya pakai. Saya enggak bisa masuk (menyelamatkan barang-barang)," ungkap Arifin.

Warga terdampak kemudian dievakuasi ke posko yang berada di Musholla Al-Ikhlas. Sejumlah masyarakat juga memberikan bantuan berupa pakaian bekas dan sembako.

Diduga Berasal dari Tabung Gas

Kondisi kebakaran di Jalan Nakula, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Bali, Selasa (1/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Polisi mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran. Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang mengatakan api diduga berasal dari salah satu tabung gas milik warga yang bocor.

"Ini ada muncul api dari salah satu bedeng, di mana itu diperkirakan dari gas sehingga merembet ke bedeng-bedeng yang lain. Ini ada tumpukan barang sehingga mudah terbakar dan merembet ke seluruh barang-barang bekas yang ada," Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang, saat ditemui di lokasi, Selasa (1/9).

Leonardo menyebut berdasarkan informasi sementara tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tumpukan barang yang mudah terbakar membuat api cepat merembet ke bangunan lain.

Sebanyak 25 personel TNI juga diturunkan untuk membantu mengevakuasi warga dan mengamankan barang-barang yang masih tersisa.

"Terdampak kurang lebih 300 KK. Kami mulai dari tadi malam untuk mengevakuasi dan membantu pemadam kebakaran memadamkan api," kata Danramil 1611-07/Denpasar Barat Mayor Cke I Made Oka.

Pemadaman Butuh 2-3 Hari

Kondisi kebakaran di Jalan Nakula, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Bali, Selasa (1/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Hingga Selasa siang, proses pemadaman belum sepenuhnya selesai. Tirana memperkirakan petugas membutuhkan waktu hingga dua sampai tiga hari untuk memastikan seluruh titik api padam.

"Ini dari kemarin malam, sampai sekarang kondisinya seperti ini. Kami masih menunggu alat berat, mudah-mudahan kalau alat beratnya cepat datang, kami bisa cepat tangani. Kurang lebih dua sampai tiga hari," ungkap Tirana di lokasi kejadian, Selasa (1/9).

Menurut Tirana, luas area yang terbakar dan material seng yang menutupi tumpukan rongsokan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

Sejak Senin malam, Damkarmat Kota Denpasar dan Kabupaten Badung mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran serta dua unit mobil rescue. Api sempat padam pada dini hari, tetapi kembali berkobar pada Selasa pagi.

"Kebetulan ini di wilayah kami di Denpasar, sehingga semua pos kami luncurkan. Nah, yang kami butuhkan sampai saat ini belum datang, yaitu alat berat berupa ekskavator," jelas Tirana.

Api Kembali Menyala

Petugas pemadam kebakaran bersama personel TNI AD menyemprotkan air di tengah bangunan yang hangus terbakar di Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Bali, Selasa (1/9/2026). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Kebakaran kembali terjadi pada Selasa sore setelah api sempat dinyatakan padam. Berdasarkan pantauan kumparan pada pukul 22.00 WITA, api masih membara dan petugas masih berusaha melakukan pemadaman.

Api sempat padam sekitar pukul 15.00 WITA, tetapi titik api kembali menyala di antara tumpukan sampah sekitar pukul 16.00 WITA. Kobaran kemudian meluas dan menyambar bangunan bedeng yang masih berdiri sekitar pukul 19.00 WITA.

Seorang warga bernama Amar mengatakan api kembali membesar sejak sekitar pukul 17.30 WITA.

"Nyala lagi sampai sekarang ini. Merambat dia, jalan ke barat dari ujung," kata Amar ketika dijumpai kumparan di lokasi pada Selasa (1/9).

Amar bersama warga lainnya kemudian berada di posko karena kehilangan tempat tinggal. Dia mengatakan lokasi tersebut sebelumnya merupakan gudang yang digunakan para pemulung dan terdapat pula bangunan indekos di sekitarnya.

"Sekarang kami mendapat bantuan, katanya mau dibuat tenda di sini untuk kami bermalam," kata dia.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang kembali memastikan tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Hingga Selasa malam, petugas masih melakukan pemadaman dan pembongkaran tumpukan material menggunakan alat berat untuk memastikan tidak ada lagi titik api.