Kemenkes Klarifikasi Foto Menkes Pakai Oksigen Saat Kunjungan ke Palangka Raya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nelayan mencari ikan di Sungai Kahayan yang diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/10/2026). Foto: Auliya Rahman/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Nelayan mencari ikan di Sungai Kahayan yang diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/10/2026). Foto: Auliya Rahman/ANTARA FOTO

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi foto Menteri Kesehatan yang terlihat menggunakan tabung oksigen saat kunjungan kerja ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (23/10). Kemenkes menyebut narasi yang beredar di media sosial mengenai foto tersebut tidak benar.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan Menkes tidak mengalami sesak napas saat kunjungan berlangsung. Menurutnya, Menkes menggunakan masker KN95 selama kegiatan tersebut.

“Foto tersebut memang benar saat Menkes sedang melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya pada Jumat (23/10). Namun demikian narasi yang beredar di medsos adalah tidak benar, mengarah ke DFK (Disinformasi, Fitnah dan Kebencian),” kata Aji dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) melihat data perkembangan bayi di aplikasi Jakantro saat mengunjungi Smart Posyandu Flamboyan 5 di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Aji menjelaskan, Menkes menggunakan fasilitas oksigen untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai layanan rumah oksigen. Kunjungan itu bertujuan memastikan layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kunjungan ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung promosi keberadaan Rumah Oksigen milik MDMC dan Bus Oksigen milik Pemprov Kalteng agar masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap bisa memanfaatkannya,” ujarnya.

Aji mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi narasi yang memelintir fakta. Ia mengajak masyarakat berfokus pada upaya melindungi kesehatan warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.