Kemensos-Pemkot Jakpus Mulai Turun Lapangan Perbanyak Agen Perlinsos

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kemensos bersama Pemkot Jakpus menggelar sosialisasi untuk memperbanyak Agen Pendamping Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di wilayah Jakpus, Kamis (24/9/2026). Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Kemensos bersama Pemkot Jakpus menggelar sosialisasi untuk memperbanyak Agen Pendamping Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di wilayah Jakpus, Kamis (24/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Kemensos bersama Pemkot Jakpus mulai menggelar sosialisasi untuk memperbanyak Agen Pendamping Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di wilayah Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperluas pendampingan masyarakat dalam mengakses layanan bantuan sosial melalui Portal Perlindungan Sosial sekaligus mendukung perbaikan ketepatan sasaran bantuan.

Ketua Tim Penggunaan dan Diseminasi Data Pusdatin Kementerian Sosial, Raden Roro Endah Noorwidayati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Wali Kota Jakarta Pusat dan Menteri Sosial pada Selasa (22/9).

Jakarta Pusat menjadi salah satu lokasi uji coba digitalisasi perlindungan sosial yang saat ini difokuskan pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

“Bapak dan Ibu nantinya menjadi pendamping sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat yang ingin mengajukan bantuan sosial. Terdapat jalur pendaftaran mandiri dan jalur melalui agen,” ujar Endah kepada peserta sosialisasi.

Keberadaan agen Perlinsos penting untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan, tetapi menghadapi keterbatasan literasi digital. Pendampingan tersebut diharapkan membantu mengurangi kesalahan sasaran, baik ketika bantuan diterima oleh pihak yang tidak memenuhi kriteria maupun ketika warga yang membutuhkan justru belum terjangkau.

“Semakin banyak agen, semakin luas jangkauan masyarakat yang dapat dibantu, sekaligus semakin cepat proses perbaikan data,” kata Endah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin yang disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Ahmad Juhandi, Pemkot menekankan bahwa Agen Perlinsos merupakan relawan yang berperan sebagai fasilitator pendataan dan pemutakhiran data.

“Agen dilarang keras memungut biaya dalam bentuk apa pun dan dilarang memanipulasi data. Kita harus menjaga integritas dan kepercayaan warga. Ini adalah kerja kemanusiaan,” katanya.

Kemensos bersama Pemkot Jakpus menggelar sosialisasi untuk memperbanyak Agen Pendamping Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di wilayah Jakpus, Kamis (24/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Sementara itu, Samuel Prayoga Tampubolon selaku narasumber dari DEN menjelaskan bahwa digitalisasi Perlinsos diarahkan untuk menyederhanakan proses pengajuan bantuan melalui verifikasi identitas dan pemeriksaan data dari berbagai sumber.

“Melalui Portal Perlindungan Sosial, kita ingin mempersingkat tahapan. Ketika seseorang membutuhkan bantuan, ia dapat mengajukan melalui portal. Identitasnya diverifikasi, datanya diperiksa melalui pertukaran data, lalu penyalurannya didukung oleh infrastruktur pembayaran. Secara sederhana, warga melakukan autentikasi dan mendaftar. Jika hasilnya layak, proses dilanjutkan ke tahap nominasi rekening. Jika hasilnya tidak layak, warga dapat mengajukan sanggah. Setiap warga memiliki hak untuk memperbaiki datanya," jelasnya.

Agen Perlinsos membantu warga menjalani proses pendaftaran, sedangkan sistem memeriksa data serta menampilkan hasil penilaian.

“Bapak dan Ibu sebagai agen tidak perlu mencari semua data itu sendiri. Tugasnya membantu pendaftaran. Sistem yang akan memeriksa data serta menampilkan hasil penilaiannya,” Samuel menambahkan.

Ia menegaskan bahwa pendaftaran bukan jaminan memperoleh bantuan. Warga tetap harus melalui proses penilaian kelayakan. Apabila hasil penilaian tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, warga dapat mengajukan sanggah dengan pendampingan agen.

Dalam kegiatan tersebut, peserta sosialisasi mendapatkan demonstrasi pendaftaran agen, verifikasi identitas, pendampingan pengajuan PKH dan Program Sembako, pemeriksaan hasil penilaian, serta pengajuan sanggah. Peserta juga diarahkan mencoba pendaftaran sebagai agen dengan pendampingan tim teknis dari Pusdatin Kemensos.

Melalui sosialisasi pendampingan Agen Perlinsos ini, Kemensos dan Pemkot Jakarta Pusat berharap peserta dapat meneruskan pendampingan di wilayah masing-masing, membantu warga yang mengalami kendala akses digital, serta memperkuat program Gerakan Peduli Tetangga.

Sosialisasi ini melibatkan unsur suku dinas, kecamatan, kelurahan, serta perwakilan pendamping sosial, dengan dukungan narasumber dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN).