Kemensos Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Ancol

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik kepada para korban kebakaran di Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
Kebakaran yang terjadi pada Minggu (27/9), mengakibatkan 20 rumah yang terdiri atas 95 pintu kontrakan terbakar dan berdampak terhadap 110 kepala keluarga atau 380 jiwa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan penanganan saat ini diarahkan pada kondisi yang dihadapi warga setelah kebakaran, terutama keluarga yang untuk sementara tidak dapat kembali ke tempat tinggalnya.
“Saat ini kita langsung membantu keluarga-keluarga yang tempat tinggalnya terbakar dan untuk sementara harus mengungsi, memenuhi apa yang mereka perlukan, sambil tim di lapangan terus mendata kondisi masing-masing keluarga,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026)
Bantuan dikirim langsung dari Gudang Bekasi ke posko bencana di Kelurahan Ancol dengan total nilai Rp 223.887.786. Bantuan tersebut terdiri atas 600 paket makanan siap saji, 480 paket makanan anak, 110 paket shower kit, 110 lembar kasur, 100 lembar tenda gulung, 50 stel sandang anak, dan 70 paket daster.
Kemensos juga mengirimkan 83 paket perlengkapan ibadah pria, 50 paket pakaian dalam pria, 70 paket perlengkapan ibadah wanita, 70 paket pakaian dalam wanita, serta 18 paket perlengkapan sekolah.
Selain mendistribusikan logistik, tim Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), bersama Suku Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Jakarta Utara melakukan asesmen dan pendataan lanjutan. Tenda logistik juga didirikan untuk mendukung penyaluran bantuan di lokasi.
Menurut Gus Ipul, pendataan perlu terus diperbarui karena kondisi warga setelah kebakaran tidak seragam. Sebagian berada di pengungsian terpusat, sementara sebagian lainnya memilih tinggal sementara bersama keluarga atau kerabat.
“Tidak semua warga berada di satu tempat dan kebutuhannya juga bisa berbeda. Karena itu kita ikuti terus hasil asesmen di lapangan. Dari situ nanti terlihat apa yang masih kurang dan apa yang perlu ditambahkan,” ujar Gus Ipul.
Saat ini, warga masih berada di lokasi pengungsian terpusat maupun pengungsian mandiri. Tim di lapangan terus memperbarui data warga terdampak sebagai dasar untuk menyesuaikan dukungan pada tahap penanganan berikutnya.
Penanganan di lapangan melibatkan Direktorat PSKB Kemensos, Suku Dinas Sosial dan Tagana Jakarta Utara, Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, BPBD DKI Jakarta, TNI, Polri, PMI Jakarta Utara, tim puskesmas, serta relawan setempat.
