Kemensos – Unhan Matangkan Program Pengabdian Kadet di Sekolah Rakyat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat bertemu dengan Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan program pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat. Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat bertemu dengan Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan program pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat. Foto: Kemensos RI

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) mematangkan persiapan program pengabdian Kadet Unhan dalam rangka memperkuat pendidikan karakter dan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan lanjutan antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut di antaranya membahas kesiapan teknis pemberangkatan, pelaksanaan upacara pelepasan, hingga materi yang akan diberikan kepada siswa selama berada di Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menekankan bahwa keterlibatan kadet dalam Sekolah Rakyat bukan dimaksudkan untuk melakukan militerisasi terhadap siswa, melainkan menularkan nilai-nilai kedisiplinan yang dibutuhkan dalam mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter.

“Yang dikerjakan bukan militerisasi, tapi yang kita kerjakan itu ini loh, pemuatan kedisiplinan di Sekolah Rakyat. Memang kita perlu, semangat kedisiplinan itu harus ditularkan ke Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Menurutnya, kedisiplinan menjadi bagian penting dalam kehidupan siswa Sekolah Rakyat yang mengikuti sistem sekolah berasrama dengan aktivitas yang berlangsung sepanjang hari. Oleh karena itu, pembiasaan bangun pagi, menjaga kebersihan diri, mengikuti pembelajaran, beraktivitas secara teratur, hingga beristirahat tepat waktu perlu dilatih secara konsisten.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat bertemu dengan Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan program pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat. Foto: Kemensos RI

Dalam pertemuan ini, juga disepakati beberapa hal terkait persiapan teknis pelepasan kadet, di mana upacara pelepasan kadet ke Sekolah Rakyat rencananya akan dilaksanakan di Halim Perdanakusuma pada Jum’at (9/10) mendatang.

Gus Ipul berharap para kadet nantinya akan menjadi kakak asuh bagi siswa Sekolah Rakyat yang akan memberikan contoh langsung kepada siswa mengenai cara merapikan tempat tidur, menata barang pribadi di lemari, serta menjaga kebersihan dan kerapian atau Peraturan Urusan Dalam (PUD). Kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya menerima materi, tetapi mengalami langsung proses pembentukan kebiasaan positif.

“Kalau bisa besok ada praktik kaya waktu itu di Jogja, nanti kita siapkan tempat, ada lemari, tempat tidur, jadi nanti biar demo dibersihkan, itu menarik,” ujarnya.

Kolaborasi Kemensos dan Unhan tidak berhenti pada pengabdian kadet. Dalam pertemuan ini juga dibahas peluang penguatan kapasitas wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat melalui pelatihan dan pendampingan yang melibatkan unsur Unhan. Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengasuh dalam membangun karakter, kedisiplinan, kebersihan, dan kebiasaan positif siswa secara berkelanjutan.

“Saya mohon Pak, kalau bisa pendidikan untuk pengasuh (wali asuh). Tetap di sekolah rakyat kayak sekarang, tapi khusus untuk pengasuhnya, tahun depan. Jadi kadetnya iya, pengasuhnya iya,” ungkapnya.

Senada dengan Gus Ipul, Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan selama dua pekan juga akan diarahkan untuk membentuk kebiasaan siswa melalui aktivitas yang terstruktur. Wali asrama dan wali asuh juga akan dilibatkan sehingga pembiasaan yang dibangun selama program dapat diteruskan setelah kadet menyelesaikan masa pengabdian.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat bertemu dengan Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan program pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat. Foto: Kemensos RI

“Jadi kita libatkan terus Pak. Jadi kita membentuk habit saja selama dua minggu itu. Harapan kami setelah dua minggu itu mereka sudah terbiasa dan itu berkelanjutan terus. Tinggal mereka sudah berlanjut dengan wali asuhnya,” kata Anton.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pengembangan Pertahanan Negara (LPPN) Unhan RI Mayjen TNI Endro Satoto menyampaikan proses pelepasan kadet pada Jum’at (9/10) mendatang akan mendapatkan dukungan transportasi udara berupa delapan pesawat.

“Nanti kita didukung pesawat itu delapan pesawat. Hercules 6 pesawat, Boeing-nya 1, CN-nya 1. Rencananya begitu pak, nanti pembukaan diacarakan jam 9 pagi,” kata Endro.