Lando Norris Rebut Pole Position di Kualifikasi Basah Grand Prix Sao Paulo

kumparanSPORTverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lando Norris. Foto: Florion Goga/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Lando Norris. Foto: Florion Goga/Reuters

Pembalap McLaren Lando Norris mengamankan posisi start terdepan dalam sesi kualifikasi basah Grand Prix Sao Paulo untuk tahun ketiga berturut-turut. Dikutip dari laporan ESPN, Norris bersaing sengit memperebutkan posisi puncak melawan George Russell sebelum akhirnya mencatatkan waktu lebih cepat dua persepuluh detik di lintasan basah Sirkuit Interlagos.

Cuaca ekstrem di Brasil sempat menghentikan jalannya kualifikasi secara dramatis akibat hujan lebat yang mengguyur lintasan balap. Kondisi lintasan yang licin memaksa para pembalap bersabar menghadapi penundaan sebelum kembali memacu jet darat mereka secara maksimal.

Kekecewaan George Russell dan Promosi Kimi Antonelli

George Russell harus menerima kenyataan pahit karena penalti mundur lima posisi membuatnya terlempar ke posisi start ketujuh pada balapan utama. Pembalap asal Inggris tersebut meluapkan kemarahannya kepada tim Mercedes karena menginstruksikannya melambat pada putaran terbang penentu yang ia yakini menggagalkan peluang meraih pole position.

Rekan setim Russell, Kimi Antonelli, sukses mencatatkan waktu tercepat ketiga dan otomatis dipromosikan ke posisi start kedua. Pembalap muda tersebut sempat mengeluhkan kondisi cuaca buruk yang membasahi pakaian balapnya lewat sambungan radio komunikasi tim.

“Saya sangat basah!” keluh Antonelli saat tertahan di dalam kokpit mobil selama lebih dari satu jam akibat penundaan sesi balap. Pembalap Red Bull Isack Hadjar bahkan meminta baju balap pengganti karena kondisinya yang basah kuyup di area pit lane.

Gangguan Cuaca Ekstrem dan Kibaran Bendera Merah

Guyuran hujan deras disertai gemuruh petir di atas Sirkuit Interlagos memaksa pengawas balapan mengibarkan bendera merah tanda penghentian sesi kualifikasi. Pengemudi safety car Bernd Maylander bahkan melaporkan bahwa lintasan sama sekali tidak aman untuk dipacu karena genangan air yang sangat membahayakan.

Federasi Otomotif Internasional akhirnya memutuskan untuk memulai kembali sesi kualifikasi setelah penundaan panjang selama satu jam dua puluh empat menit. Sesi tersebut sempat kembali terganggu di pengujung babak kualifikasi kedua akibat kecelakaan yang dialami pembalap debutan tim Haas Rafael Camara.

Strategi Ban Max Verstappen dan Pergeseran Posisi Belakang

Max Verstappen memilih untuk tidak turun mencatatkan waktu pada sesi kualifikasi kedua demi menghemat alokasi ban untuk balapan utama. Pembalap Red Bull Racing tersebut harus rela mengawali perlombaan dari posisi ke-21 menyusul penalti pergantian komponen mesin.

Lewis Hamilton mengambil langkah serupa bersama tim Ferrari dengan menghemat pemakaian ban intermediate setelah melahap putaran awal. Juara dunia tujuh kali tersebut dijadwalkan start dari urutan ke-20 setelah mobilnya mengalami pergantian unit mesin baru akibat kendala teknis pada latihan bebas.

Penalti sepuluh posisi yang dijatuhkan kepada Charles Leclerc akibat pergantian mesin pembakaran internal turut mengubah peta persaingan hingga membuatnya turun ke posisi ke-14. Perombakan grid ini memberi keuntungan besar bagi Liam Lawson dari tim Racing Bulls yang melesat ke posisi start ketiga, disusul Nico Hulkenberg di urutan keempat.