Layanan Adminduk Hadir di Posko Gempa Nagekeo: Wujud Nyata Dukcapil Prima

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyerahkan bantuan berbagai kebutuhan pelayanan adminduk, termasuk 6.000 keping blangko KTP-el, ribbon, serta perangkat Starlink untuk memperkuat konektivitas di wilayah terdampak serta mendukung percepatan layanan. Foto: Dok. Dit. PIAK
zoom-in-whitePerbesar
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyerahkan bantuan berbagai kebutuhan pelayanan adminduk, termasuk 6.000 keping blangko KTP-el, ribbon, serta perangkat Starlink untuk memperkuat konektivitas di wilayah terdampak serta mendukung percepatan layanan. Foto: Dok. Dit. PIAK

Di tengah tenda-tenda pengungsian yang masih berdiri di halaman Paroki Aeramo, Kecamatan Aesesa, sejumlah warga mengantre membawa map berisi fotokopi kartu keluarga yang lecek, sebagian bahkan robek. Mereka datang bukan untuk mengungsi, melainkan untuk mengurus dokumen yang hilang atau rusak saat gempa mengguncang Kabupaten Nagekeo beberapa hari lalu. Di posko itulah, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bersama Dinas Dukcapil Nagekeo membuka layanan jemput bola.

Gempa yang melanda Nagekeo menelan sembilan korban jiwa dan melukai 22 orang lainnya. Sebanyak 7.430 rumah warga rusak, ditambah 540 bangunan kantor dan fasilitas umum lain yang juga terdampak. Total enam kecamatan dan 113 desa mengalami kerusakan. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal, dan di tengah situasi seperti itu, dokumen kependudukan yang biasanya dianggap remeh, justru menjadi salah satu hal yang paling dicari, karena menjadi syarat utama mengakses bantuan sosial, sekolah, hingga layanan kesehatan.

Layanan di posko Aeramo mulai disiapkan sejak Selasa (25/8/2026) pagi pukul 07.30 WITA, saat petugas mulai menata perangkat rekam dan cetak dokumen di posko Aeramo. Pukul 09.00 WITA, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, membuka pelayanan tersebut, didampingi Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, dan tim pusat Ditjen Dukcapil yang dipimpin Indersan Rakha. Tim gabungan yang turun ke lapangan terdiri dari jajaran Ditjen Dukcapil, Dinas Dukcapil Nagekeo yang dipimpin Plt. Kepala Dinas, Oscar Yoseph Amekae Sina, serta tenaga teknis lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyerahkan bantuan berbagai kebutuhan pelayanan administrasi kependudukan, termasuk 6.000 keping blangko KTP-el, ribbon, serta perangkat Starlink untuk memperkuat konektivitas di wilayah terdampak serta mendukung percepatan layanan.

Sepanjang hari itu, tim berhasil menerbitkan 300 dokumen kependudukan. Rinciannya, 108 KTP elektronik, 93 kartu keluarga, 49 kartu identitas anak, 26 akta kelahiran, 4 akta kematian, 3 akta perkawinan, 9 perekaman KTP-el baru, 5 surat keterangan pindah warga negara Indonesia, serta masing masing satu dokumen berupa berita acara kesepakatan anak angkat, pengesahan anak, dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital.

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyerahkan bantuan berbagai kebutuhan pelayanan adminduk, termasuk 6.000 keping blangko KTP-el, ribbon, serta perangkat Starlink untuk memperkuat konektivitas di wilayah terdampak serta mendukung percepatan layanan. Foto: Dok. Dit. PIAK

Teguh Setyabudi mengatakan, layanan yang digelar di tengah kondisi darurat semacam ini menjadi bukti bahwa pelayanan kependudukan tidak boleh berhenti hanya karena bencana. "Pelayanan jemput bola di tengah bencana adalah wujud nyata Dukcapil Prima, mendekatkan, memudahkan, dan membahagiakan masyarakat. Tidak boleh ada warga yang kehilangan haknya hanya karena dokumen kependudukan rusak atau hilang akibat gempa," ujarnya.

Kasubdit Tata Kelola dan Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi dan Komunikasi Ditjen Dukcapil, Indersan Rakha, yang memimpin langsung tim pusat di lapangan, menyebut kunci dari layanan ini ada pada kecepatan koordinasi. "Koordinasi cepat antara tim pusat dan daerah memastikan layanan berjalan efektif meski dalam keterbatasan. Dukcapil hadir bukan hanya di kantor, tapi di titik pengungsian," katanya.

Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim dari pusat di tengah situasi yang masih serba terbatas. "Kami sangat terbantu dengan kehadiran Dukcapil. Dokumen kependudukan yang diterbitkan hari ini menjadi kunci bagi warga untuk mengakses bantuan dan layanan dasar," ujarnya.

Bagi warga yang mengantre pagi itu di Aeramo, selembar KTP-el atau kartu keluarga yang baru dicetak barangkali tidak akan mengembalikan rumah yang runtuh. Namun setidaknya, dokumen itu membuka jalan bagi mereka untuk kembali mengakses bantuan dan memulai proses memulihkan hidup, di tengah kampung yang masih berduka.