Lepas 34 Atlet ke Asian Para Games Nagoya, Ini Pesan Gubernur Ahmad Luthfi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lepas 34 atlet dan 16 ofisial paralimpik asal Jawa Tengah untuk berlaga di Asian Para Games Nagoya, Jepang, di Sukoharjo, Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lepas 34 atlet dan 16 ofisial paralimpik asal Jawa Tengah untuk berlaga di Asian Para Games Nagoya, Jepang, di Sukoharjo, Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

Sebanyak 34 atlet paralimpik serta 16 pelatih dan ofisial asal Jawa Tengah resmi menjadi bagian tulang punggung kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games ke-5 di Nagoya, Jepang. Mereka akan mewakili Indonesia dalam sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan pada 19-24 Oktober 2026.

Saat melepas para pahlawan olahraga ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berpesan agar mereka berjuang dengan gigih, sehingga membawa marwah bangsa di kancah internasional.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lepas 34 atlet dan 16 ofisial paralimpik asal Jawa Tengah untuk berlaga di Asian Para Games Nagoya, Jepang, di Sukoharjo, Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

"Saya hari ini memberangkatkan atlet Asian Para Games ke-5 di Nagoya. Dari 219 orang kontingen Indonesia, 50 orang di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Mereka nanti akan membawa nama dan marwah Jawa Tengah dan nasional," kata Luthfi saat acara pelepasan atlet, pelatih, dan ofisial asal Jawa Tengah, di Sukoharjo pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Ahmad Luthfi yang juga Bapak Disabilitas Jawa Tengah tersebut mengaku bangga atas prestasi yang selama ini ditorehkan oleh atlet paralimpik. Banyaknya atlet yang terpilih mewakili Indonesia membuktikan bahwa National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah masih menjadi barometer paralimpik di Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lepas 34 atlet dan 16 ofisial paralimpik asal Jawa Tengah untuk berlaga di Asian Para Games Nagoya, Jepang, di Sukoharjo, Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

Maka dari itu, ia berpesan kepada para atlet dan pelatih agar berjuang dengan gigih, pantang menyerah, serta menunjukkan karakter Jawa Tengah dan Indonesia di mata dunia. Ia juga berharap wakil dari Jawa Tengah dapat kembali memberikan sumbangsih medali dan prestasi tinggi untuk Indonesia.

"Tunjukkan bahwa kiblatnya paralimpik nasional ada di Jawa Tengah," tegasnya saat memotivasi atlet dan pelatih.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lepas 34 atlet dan 16 ofisial paralimpik asal Jawa Tengah untuk berlaga di Asian Para Games Nagoya, Jepang, di Sukoharjo, Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

Lebih lanjut, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian lebih kepada atlet-atlet berprestasi. Khusus untuk disabilitas, Pemprov Jateng juga sudah memberikan afirmasi kepada atlet berprestasi untuk diberikan jaminan kesejahteraan.

"Kelompok disabilitas dan kelompok rentan ini harus diopeni dan diperhatikan. Jawa Tengah punya program bagi mereka yang punya keahlian, kita masukkan ke BUMD dan BUMN. Juga kita berikan keterampilan bagi kelompok rentan agar bisa mandiri," jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lepas 34 atlet dan 16 ofisial paralimpik asal Jawa Tengah untuk berlaga di Asian Para Games Nagoya, Jepang, di Sukoharjo, Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

Ketua Umum NPCI Jawa Tengah, Osrita Muslim mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai pelatihan kepada para atlet melalui pelatnas. Harapannya bisa meraih medali di Asian Para Games ke-5 Nagoya nanti.

Dikatakan dia, Jawa Tengah merupakan provinsi terbanyak yang mengirim wakil untuk kontingen Indonesia. Hal itu tentu tidak lepas dari dukungan luar biasa dari Pemprov Jateng untuk perkembangan dan pembinaan atlet NPCI Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lepas 34 atlet dan 16 ofisial paralimpik asal Jawa Tengah untuk berlaga di Asian Para Games Nagoya, Jepang, di Sukoharjo, Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

Adapun 34 atlet paralimpik asal Jawa Tengah yang akan berangkat ke Nagoya terdiri atas Boccia 4 atlet, Para Anggar 1 atlet, Para Angkat Berat 4 atlet, Para Atletik 10 atlet, Para Balap Sepeda 2 atlet, Para Bulutangkis 7 atlet, Para Judo 3 atlet, Para Renang 1 atlet, dan Para Tenis Meja 2 atlet.

"Target di Nagoya nanti tentu pengennya emas semua, tapi secara realistis disesuaikan dengan rekor para atlet. Kira-kira empat medali emas dari Jateng, salah satunya dari cabor bulutangkis," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lepas 34 atlet dan 16 ofisial paralimpik asal Jawa Tengah untuk berlaga di Asian Para Games Nagoya, Jepang, di Sukoharjo, Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng

Perwakilan atlet asal Jawa Tengah yang diberangkatkan ke Nagoya mengaku sudah siap untuk bertanding melawan atlet-atlet dari negara lain di Asia. Berbagai pelatihan telah dijalani sehingga memberikan kepercayaan diri untuk berjuang memberikan prestasi terbaik untuk Indonesia.

"Kami sudah siap. Lawan terberat saat ini adalah China. Tapi kami optimis. Dukungan dari Pemprov juga bagus dari fasilitas dan lainnya," ujar atlet Para Anggar asal Kebumen, Didit Diantoro.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lepas 34 atlet dan 16 ofisial paralimpik asal Jawa Tengah untuk berlaga di Asian Para Games Nagoya, Jepang, di Sukoharjo, Sabtu (10/10/2026). Foto: Dok. Pemprov Jateng