Lestarikan Minum Jamu Tradisional, Sido Muncul Gandeng 1.000 Angkringan Solo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peluncuran Program bertajuk Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul di Surakata, Kamis (3/9/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran Program bertajuk Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul di Surakata, Kamis (3/9/2026). Foto: kumparan

Sido Muncul berkomitmen melestarikan minum jamu tradisional dengan menggandeng 1.000 angkringan Solo.

Program bertajuk Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut usia 75 tahun Sido Muncul pada November 2026.

Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani mengatakan Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul ini sebelumnya sudah diadakan di Yogyakarta dengan menggandeng 100 angkringan dan sekarang jumlahnya bertambah menjadi 200 angkringan.

“Untuk 75 tahun Ultah Sido Muncul tahun ini, salah satu kegiatan kami adalah kegiatan Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul. Tahun lalu sudah diadakan di Yogyakarta, dengan 100 angkringan. Dan sekarang anggotanya 200 angkringan. Sekarang tahun ini kita adakan di Kota Solo sekitarnya,” ujar Maria di Hotel Novotel Solo, Kamis (3/9).

Dia mengatakan tujuan kegiatan ini sama, yakni memberdayakan para pedagang angkringan untuk berjualan jamu dan sanggup melestarikan budaya minum jamu.

“Kami pilih Kota Solo karena sarat akan budaya sama seperti Yogyakarta. Target selanjutnya angkringan di Semarang dan Surabaya. Jadi kita melestarikan minum jamu budaya Indonesia. Cocok sekali dilakukan di Yogyakarta dan Solo. Kita kental sekali akan budaya,” kata dia.

Peluncuran Program bertajuk Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul di Surakata, Kamis (3/9/2026). Foto: kumparan

Dia mengatakan dalam program ini terdapat pelatihan bagi peserta penjual angkringan tentang jamu, meliputi manfaat, bahan, khasiatnya hingga cara meraciknya.

Selain itu, juga dibuat latihan media sosial sebagai tempat promosi berjualan. Dengan program ini, angkringan bisa menambah daftar menu.

“Kami melihat potensi pedagang ini masih banyak bisa dikembangkan. Dan memperkaya menu mereka. Mereka sudah jual wedang jahe ditambah menu jamu. Ini masih relevan zaman sekarang minum jamu,” ucapnya.

Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani. Foto: kumparan

Dia menegaskan budaya minum jamu perlu dilestarikan. Terlebih, untuk generasi muda, minum jamu semakin lama makin hilang.

“Kami lihat minum jamu semakin lama makin hilang. Kami ingin lestarikan ini loh, budaya lokal. Bukan dari luar yang masuk Indonesia. Siapa tahu ini minum jamu kita bawa ke luar negeri,” kata dia.

Dia menambahkan angkringan dipilih karena punya potensi segmen anak muda. Terutama tempat nongkrong pulang kerja.

“Potensi baik (angkringan), apalagi angkringan sekarang jadi tempat untuk orang nongkrong pulang kerja seduhan jamu, kopi dan teh,” pungkasnya.

Peluncuran Program bertajuk Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul di Surakata, Kamis (3/9/2026). Foto: kumparan

Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyampaikan harapannya agar pelatihan meracik jamu ini dapat menjadi bekal berharga bagi pelaku usaha angkringan untuk terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya.

"Angkringan itu sebenarnya hebat dan jumlahnya juga banyak. Kuncinya sederhana, yaitu produknya bersih, enak, dan harganya masuk akal. Melalui pelatihan ini, kami ingin menyadarkan para pelaku angkringan bahwa mereka punya potensi besar. Apabila mereka bisa menyajikan jamu secara menarik, maka mereka dapat menjangkau lebih banyak orang dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Irwan.

Pelatihan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh Sido Muncul, setelah sebelumnya pernah mengadakan program yang sama dengan mengundang 100 pelaku usaha angkringan di Kota Yogyakarta pada 2025 lalu.

Peluncuran Program bertajuk Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul di Surakata, Kamis (3/9/2026). Foto: kumparan

Dengan adanya pelatihan untuk para pelaku usaha angkringan ini, Sido Muncul berharap tradisi minum jamu dapat hadir lebih dekat, modern, dan mudah diterima oleh pasar yang lebih luas.

Salah seorang penjual angkringan asal Solo, Hariani Yuliana (46), mengaku mendukung Sido Muncul melestarikan budaya minum jamu.

“Saya ikut program hari ini karena saya pemahaman yang baik dari pihak Sido Muncul untuk melestarikan minum jamu. Saya sangat apresiasi karena dengan adanya program ini angkringan kita bisa maju dan kita juga dapat pelatihannya juga,” kata Hariani.

Dia mengatakan bahan rempah-rempah di Indonesia sangat melimpah. Bahan tersebut baik untuk kesehatan dan memperkenalkan program-program produk Sido Muncul.

“Kita mau memperkenalkan kekayaan rempah-rempah kita dari bahan lokal. Maka dengan adanya program seperti ini, saya setuju banget karena kita bisa memajukan angkringan kita naik kelas. Dan memperkenalkan produk Sido Muncul,” pungkasnya.