Kumparan Logo

Lionel Messi Jalani Laga Perpisahan Emosional Bersama Timnas Argentina

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lionel Messi mengambil waktu sejenak setelah gagal mencetak gol ke gawang Nashville SC. Foto: Jim Rassol/Imagn Image/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Lionel Messi mengambil waktu sejenak setelah gagal mencetak gol ke gawang Nashville SC. Foto: Jim Rassol/Imagn Image/REUTERS

Megabintang sepak bola Lionel Messi mengakhiri karier internasionalnya bersama tim nasional Argentina lewat kemenangan emosional tiga gol tanpa balas atas Benin di Stadion Monumental pekan ini. Seperti dikutip dari laporan ESPN, laga perpisahan ini dihadiri oleh sekitar 85 ribu penonton yang memadati stadion di Buenos Aires tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang legenda.

Atmosfer haru menyelimuti seluruh area stadion sejak sebelum pertandingan dimulai melalui berbagai pertunjukan musik dan atribut topeng wajah Messi. Penonton bernyanyi tiada henti demi melepas kepergian pemain yang telah mencatatkan 208 penampilan bersama tim nasional berjuluk tim Tango tersebut.

Perjalanan Panjang dari Rekaman Video hingga Menjadi Legenda

Kisah perjalanan Messi bersama negaranya bermula pada tahun 2004 saat sang ayah, Jorge Messi, mengirimkan rekaman video penampilan anaknya ke Asosiasi Sepak Bola Argentina. Asisten pelatih Argentina saat itu, Claudio Vivas, merasa sangat kagum dengan bakat sang pemain muda dan langsung menunjukkannya kepada pelatih kepala Marcelo Bielsa.

Bielsa sempat mengira rekaman video tersebut telah dipercepat karena pergerakan Messi yang luar biasa lincah di atas lapangan. “Ini sangat mengesankan,” ungkap Marcelo Bielsa saat itu sebelum mengetahui bahwa video tersebut menampilkan kecepatan asli sang pemain.

Federasi sepak bola setempat kemudian bergerak cepat mengamankan jasa Messi untuk masuk ke dalam skuad muda Argentina. Langkah awal tersebut akhirnya melahirkan perjalanan panjang yang luar biasa bagi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia.

Gol Perpisahan dan Simbol Estafet Generasi Baru

Pertandingan melawan Benin berjalan sangat menarik dengan dominasi penuh dari skuad asuhan pelatih Lionel Scaloni sejak menit pertama. Bek veteran Nicolas Otamendi membuka keunggulan Argentina lewat tendangan voli indah setelah memanfaatkan umpan sepak pojok akurat dari kaki kiri Messi.

Momentum transisi generasi terlihat sangat jelas saat pemain muda Nico Paz mencetak gol kedua setelah bekerja sama dengan sang kapten di sisi kanan lapangan. Gelandang elegan asal klub Como tersebut berhasil melepaskan tembakan melengkung indah yang langsung merobek pojok gawang lawan.

Messi akhirnya menyempurnakan malam perpisahan indahnya lewat eksekusi penalti sempurna yang mengarah tepat ke sudut kiri atas gawang Benin. Seluruh penonton di stadion langsung mengabadikan momen bersejarah tersebut dengan kamera ponsel mereka di tengah gemuruh sorak-sorai yang luar biasa.

Masa Depan Argentina Tanpa Sang Megabintang

Isak tangis dari rekan-rekan setimnya mengiringi pidato emosional sang kapten di tengah lapangan setelah peluit panjang berbunyi. Messi menyampaikan rasa bangganya selama mengenakan seragam biru-putih dan mempersembahkan penghormatan khusus bagi mendiang ayahnya yang wafat setelah Piala Dunia selesai.

Pelatih Lionel Scaloni juga dilaporkan telah sepakat untuk memperpanjang masa baktinya guna memimpin proses regenerasi skuad Argentina ke depan. Keputusan sang pelatih untuk bertahan memberikan suntikan moral yang sangat besar bagi para pemain muda potensial yang siap melanjutkan kejayaan tim nasional mereka.

Argentina kini memiliki fondasi tim yang kuat berkat kehadiran pemain berbakat seperti Cristian Romero, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, hingga talenta muda Nico Paz. Generasi baru ini diharapkan mampu menjaga nama besar Argentina di panggung internasional meskipun tanpa kehadiran sang legenda di atas lapangan hijau.