Kumparan Logo

Louis van Gaal Sebut Pelanggaran Manchester City Pemicu Pemecatannya

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Van Gaal akhirnya memutuskan pensiun. Foto: Jordan Mansfield/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Van Gaal akhirnya memutuskan pensiun. Foto: Jordan Mansfield/Getty Images

Mantan manajer Manchester United Louis van Gaal menilai dugaan pelanggaran aturan keuangan yang dilakukan Manchester City telah menjadi pemicu utama pemecatannya dari Stadion Old Trafford pada tahun 2016. Seperti dikutip dari laporan GOAL.com via The Athletic, pelatih asal Belanda tersebut harus kehilangan jabatannya setelah gagal membawa Setan Merah lolos ke Liga Champions akibat kalah selisih gol dari sang rival sekota.

Kegagalan menembus posisi empat besar klasemen akhir Liga Premier membuat manajemen klub mengambil langkah drastis dengan memberhentikannya. Padahal, keputusan pemecatan itu dibuat hanya berselang dua hari setelah ia berhasil mempersembahkan trofi Piala FA untuk klub.

Persaingan Ketat dan Dampak Regulasi Keuangan

Pada akhir musim 2015-2016, Manchester United dan Manchester City sebenarnya mengumpulkan jumlah poin yang sama persis di tangga klasemen akhir, yaitu 66 poin. Namun, skuad asuhan Manuel Pellegrini berhak mengamankan peringkat keempat berkat keunggulan goal difference yang terpaut 16 gol.

Panel independen Liga Premier baru-baru ini menyimpulkan bahwa pembentukan skuad City pada era tersebut melibatkan kerja sama sponsor palsu. Pihak pengelola liga menemukan adanya manipulasi pendapatan secara tidak sah yang dilakukan klub sejak rentang tahun 2009 hingga 2018.

Penyesalan dan Catatan Rekor Pertemuan

Van Gaal mengungkapkan rasa frustrasinya atas dampak pribadi yang harus ia penuhi akibat kegagalan melaju ke panggung Eropa. Ia menegaskan bahwa dampak kekecewaan tersebut sangat memengaruhi karier serta perjalanan hidupnya sebagai seorang juru taktik profesional.

“Bagi saya saat itu, kegagalan lolos ke Liga Champions pada tahun 2016 kemungkinan besar menjadi faktor penentu pemecatan saya dari Manchester United,” ujar Van Gaal saat menyampaikan pandangannya. “Serta seluruh konsekuensi dan penderitaan yang ditimbulkannya.”

Hasil di atas lapangan sejatinya menunjukkan bahwa United memiliki rekor head-to-head yang lebih unggul dibandingkan City pada musim tersebut. Setelah bermain imbang tanpa gol di Old Trafford, gol tunggal Marcus Rashford di Stadion Etihad memastikan kemenangan tipis bagi skuad asuhan Van Gaal.

Keputusan Hukum dan Sanksi Masa Depan

Meskipun bukti kecurangan tersebut kini mulai terungkap, juru taktik veteran tersebut menyadari bahwa hasil masa lalu tidak akan pernah bisa diubah kembali. Ia menegaskan bahwa dirinya maupun Asosiasi Sepak Bola Inggris tidak dapat memutar balik sejarah yang telah terjadi.

“Saya tidak bisa memutar balik sejarah sekarang,” kata Van Gaal dengan tegas. “Bahkan Asosiasi Sepak Bola Inggris pun tidak akan sanggup melakukan hal tersebut.”

Di sisi lain, Manchester City secara tegas membantah seluruh tuduhan tersebut dan mengajukan banding resmi atas temuan Liga Premier. Ketika ditanya mengenai sanksi yang layak dijatuhkan atas lebih dari 100 dakwaan disiplin ini, Van Gaal menyerahkan sepenuhnya seluruh keputusan akhir kepada hakim yang berwenang.