Luis de la Fuente Sanjung Magis Lamine Yamal Bersama Timnas Spanyol

Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente memuji performa gemilang winger muda Lamine Yamal yang menyumbangkan dua gol dan satu assist dalam kemenangan telak Spanyol atas Kroasia di ajang UEFA Nations League. Kemenangan dengan skor 4-1 di Stadion Sanchez Pizjuan, Sevilla tersebut sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan tim matador menjadi 40 laga.
Bintang muda asal Barcelona tersebut membuka keunggulan tim saat pertandingan baru berjalan 70 detik melalui skema serangan balik yang sangat rapi. Yamal kemudian memberikan assist matang bagi gol kedua yang dicetak oleh Marc Pubill pada menit ke-30, sebelum akhirnya melesakkan gol keduanya di babak kedua pada menit ke-63 untuk memperlebar keunggulan La Roja.
Magis Lamine Yamal untuk Kemenangan Kolektif Tim
Kejeniusan Yamal di lapangan hijau kembali membuat publik terpukau lewat kombinasi kecepatan dan visi bermainnya yang matang. De la Fuente menegaskan bahwa kontribusi besar pemain berusia 18 tahun tersebut bukan sekadar untuk unjuk gigi secara individu, melainkan murni demi kepentingan taktik kolektif tim secara keseluruhan.
“Lamine ingin menunjukkan kepada dunia tipe pemain seperti apa dirinya,” ujar De la Fuente kepada TVE. Pelatih berusia 63 tahun itu juga sangat mengagumi kepribadian sang pemain muda di luar lapangan yang tetap membumi di tengah popularitasnya yang melonjak tajam. “Kami sangat senang dengannya. Perilakunya sangat rendah hati, dan hal itu membuatnya menjadi sosok yang jauh lebih hebat.”
Statistik mencatat bahwa Yamal kini telah berkontribusi langsung dalam 18 gol dalam delapan pertandingan terakhirnya, baik saat membela level klub maupun tim nasional. Dengan catatan impresif berupa 11 gol dan tujuh assists, ia membuktikan diri sebagai salah satu pilar krusial yang sulit digantikan dalam skema penyerangan Spanyol saat ini.
Trik Cerdas Menaklukkan Dominik Livakovic
Gol kedua Yamal pada menit ke-63 lahir dari aksi cerdas yang mengecoh kiper Kroasia, Dominik Livakovic, yang juga merupakan rekan satu timnya di Barcelona. Yamal melepaskan tembakan mendatar ke tiang dekat atau near-post finish setelah melihat pergerakan sang penjaga gawang yang mengantisipasi umpan silang.
“Saya mengenalnya dengan sangat baik dari sesi latihan,” ungkap Yamal seusai pertandingan. Pemain muda berbakat ini mengakui bahwa pengetahuannya tentang kebiasaan Livakovic di lapangan latihan sangat membantunya dalam mengambil keputusan cepat saat berhadapan satu lawan satu di area penalti. “Saya memikirkan apa yang biasanya ia lakukan di sana, dan syukurlah bola itu berhasil masuk ke gawang.”
Ambisi Gelar Individu dan Langkah Spanyol Berikutnya
Performa luar biasa ini semakin memperkuat posisi Yamal sebagai salah satu kandidat kuat peraih penghargaan bergengsi Ballon d'Or untuk edisi mendatang. Setelah berhasil membawa Barcelona menjuarai kompetisi domestik LaLiga dan membantu Spanyol merengkuh trofi turnamen akbar, namanya kini bersanding dengan jajaran pemain elite dunia lainnya.
Ketika ditanya oleh awak media mengenai peluangnya memenangkan trofi individu tersebut setelah hanya menjadi runner-up pada edisi sebelumnya, Yamal merespons dengan penuh percaya diri namun tetap santai. “Satu trofi lagi,” guraunya menanggapi pertanyaan tentang kelayakannya menyabet penghargaan prestisius tersebut pasca-laga kontra Kroasia.
Setelah mengamankan kemenangan krusial ini, fokus armada Spanyol kini langsung beralih ke laga lanjutan UEFA Nations League berikutnya. Mereka dijadwalkan akan menjamu Ceko pada tanggal 3 Oktober mendatang, sebelum akhirnya menutup jeda internasional bulan ini dengan kembali berhadapan dengan Kroasia tiga hari berselang.
