Marc Marquez Bertekad Mengakhiri Tren Buruk di Sirkuit Mandalika

kumparanSPORTverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Marc Marquez dari Tim Ducati Lenovo merayakan kemenangannya di balapan sprint MotoGP Grand Prix Jerman di Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal (11/7/2026). Foto: Annegret Hilse/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Marc Marquez dari Tim Ducati Lenovo merayakan kemenangannya di balapan sprint MotoGP Grand Prix Jerman di Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal (11/7/2026). Foto: Annegret Hilse/REUTERS

Marc Marquez menargetkan kemenangan perdana di Grand Prix Indonesia untuk memutus rantai nasib sial di Sirkuit Mandalika pada musim ini. Pembalap dari tim Ducati Lenovo tersebut optimistis mampu mengubah rekam jejak buruknya menjadi hasil yang positif.

Sepanjang keikutsertaannya di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut, Marquez belum pernah sekalipun menyentuh garis finis pada balapan utama. Kendati demikian, modal performa impresif dalam beberapa balapan terakhir membuatnya yakin bisa bersaing di barisan depan.

Rentetan Nasib Buruk Sejak Debut Mandalika

Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika resmi menggelar balapan kelas dunia sejak musim 2022 dengan menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pembalap. Namun, kunjungan perdana Marquez ke sirkuit ini langsung berujung pada kekecewaan besar. Ia mengalami kecelakaan highside yang sangat parah di Tikungan 7 saat sesi pemanasan.

Insiden mengerikan tersebut memaksa sang juara dunia absen dari balapan utama di Indonesia serta seri berikutnya di Argentina. Kejadian serupa terulang kembali pada musim berikutnya saat ia gagal mendulang satu poin pun karena mengalami kecelakaan pada sesi sprint dan balapan utama.

Perubahan nasib sedikit membaik pada musim 2024 saat pembalap asal Spanyol tersebut sukses meraih posisi ketiga dalam sesi sprint. Sayangnya, masalah teknis pada motornya memaksa Marquez kembali gagal menyelesaikan balapan utama pada hari Minggu.

Insiden Beruntun dan Upaya Bangkit dari Kegagalan

Memasuki musim 2025, Marquez yang baru saja dinobatkan sebagai Juara Dunia MotoGP tampil dengan motivasi sangat tinggi. Ia mengawali akhir pekan dengan cukup baik setelah mengamankan posisi keenam pada sesi sprint meski sempat terkena penalti putaran panjang.

Sialnya, nasib buruk kembali menghampiri pembalap bernomor motor 93 tersebut pada balapan utama hari Minggu. Tabrakan pada putaran pertama yang melibatkan Marco Bezzecchi memaksa Marquez menyudahi balapan lebih awal sekaligus mengakhiri musimnya dengan pahit.

Optimisme Sang Juara Dunia Menatap GP Indonesia 2026

Berbekal torehan enam kemenangan dari sembilan seri terakhir, Marquez datang ke Indonesia dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Pembalap andalan Ducati tersebut kini tengah berupaya memangkas jarak poin demi mengejar gelar juara dunia kedelapan sepanjang kariernya.

Meskipun memiliki motivasi yang melimpah, Marquez tetap berusaha bersikap realistis dalam menghadapi balapan di Mandalika akhir pekan ini. Ia mengakui bahwa sirkuit ini selalu memberikan tantangan yang tidak mudah diprediksi bagi dirinya.

“Tentu saja, saya belum pernah menuntaskan balapan di sana. Saya memang agak kurang beruntung,” tuturnya secara terbuka mengenai rekam jejaknya.

“Tahun lalu di sprint, saya merasa cukup oke meski sempat terkena Long Lap Penalty, jadi kita lihat saja nanti. Kami perlu memahami apa yang bisa kami lakukan, namun perlahan kondisi saya membaik, dan sejak Aragon, feeling saya saat mengendarai motor terasa sangat bagus,” pungkas Marquez.