Mengenal Cyber Security dan AI Lewat Tantangan dan Simulasi Interaktif

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BINUS University School menghadirkan event CIPHER (Cybersecurity and Intelligent Systems for Protection, Hacking, Engineering, and Research) 2026. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
BINUS University School menghadirkan event CIPHER (Cybersecurity and Intelligent Systems for Protection, Hacking, Engineering, and Research) 2026. Foto: Dok. Istimewa

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari berjalan beriringan dengan meningkatnya tantangan di dunia digital, termasuk ancaman terhadap keamanan data dan sistem.

Kondisi ini membuat pemahaman tentang teknologi tidak cukup hanya sebatas kemampuan menggunakannya. Masyarakat juga perlu mengenali cara kerja, manfaat, serta berbagai risiko yang muncul dari perkembangan AI dan teknologi digital.

Pemahaman tersebut dapat dibangun melalui pengalaman langsung, salah satunya lewat berbagai tantangan dan simulasi yang memungkinkan peserta melihat bagaimana teknologi bekerja dalam situasi yang lebih nyata.

Pendekatan ini dihadirkan BINUS University School dalam CIPHER (Cybersecurity and Intelligent Systems for Protection, Hacking, Engineering, and Research) 2026, kegiatan yang mempertemukan topik Cyber Security dan Artificial Intelligence melalui showcase, interactive challenges, workshop, dan diskusi.

Mengusung tema “Ecosystem Protocol – An Ecosystem that Thinks, Builds, and Grows Together”, CIPHER 2026 dirancang sebagai ruang bagi masyarakat, mahasiswa, akademisi, praktisi, hingga technology enthusiasts untuk belajar, mencoba, berbagi pengetahuan, dan membangun koneksi.

“Melalui CIPHER, kami ingin menunjukkan bahwa computer science bukan hanya tentang bagaimana menciptakan teknologi, tetapi juga bagaimana memahami teknologi tersebut secara kritis dan menggunakannya untuk memberikan solusi. Cybersecurity dan AI merupakan dua bidang yang berkembang sangat cepat dan memiliki dampak luas terhadap masyarakat maupun industri," ujar Prof. Derwin Suhartono selaku Professor bidang Artificial Intelligence dan Dean of School of Computer Science BINUS University.

Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk belajar melalui pengalaman yang nyata, eksperimental, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” imbuhnya.

Salah satu daya tarik utama CIPHER 2026 adalah Hive Cyber Security dan Hive Artificial Intelligence, yang memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung untuk memahami berbagai aspek keamanan siber maupun kecerdasan buatan melalui challenge dan workshop dalam lingkungan simulasi yang telah disiapkan.

Hive ini terbagi ke dalam tiga area, yaitu Red Team Hive, Blue Team Hive, dan Physical Security Hive yang merepresentasikan berbagai perspektif dalam dunia Cyber Security.

BINUS University School menghadirkan event CIPHER (Cybersecurity and Intelligent Systems for Protection, Hacking, Engineering, and Research) 2026. Foto: Dok. Istimewa

Pada Physical Security Hive, pengunjung dapat mempelajari aspek keamanan fisik melalui tantangan seperti lock picking dan simulasi RFID cloning, sementara peserta dengan kemampuan lebih lanjut dapat mengikuti simulasi identifikasi kerentanan pada perangkat CCTV/IP Camera dalam lingkungan yang terkontrol.

Sementara itu, Red Team Hive mengajak peserta memahami perspektif offensive security melalui sejumlah tantangan simulasi, termasuk web application security, mobile application security, dan application analysis. Peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan tantangan, tetapi juga memahami bagaimana suatu kerentanan dapat ditemukan dan dianalisis.

Bagi pengunjung yang tertarik dengan sisi defensive security, Blue Team Hive menghadirkan pengalaman melalui data recovery, digital forensic investigation, log analysis, serta malware analysis. Aktivitas ini memperkenalkan bagaimana seorang cybersecurity professional mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, menganalisis bukti digital, hingga memahami perilaku malware.

Seluruh challenge dirancang dalam lingkungan simulasi khusus, sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman praktis sekaligus memahami prinsip keamanan siber secara bertanggung jawab.

Selain Cyber Security, CIPHER 2026 menghadirkan Hive Artificial Intelligence yang membawa pengunjung lebih dekat dengan berbagai penerapan AI melalui tiga area utama: Natural Language Processing (NLP), Computer Vision, dan Artificial Intelligence of Things (AIoT).

Pada area NLP “The Talking Machine”, pengunjung dapat melihat berbagai demonstrasi teknologi seperti chatbot, sentiment analysis, machine translation, text summarization, hingga Question Answering System. Pengunjung juga dapat berinteraksi melalui aktivitas seperti Turing Test Challenge, Guess the Prompt, dan Prompt Engineering Arena untuk melihat bagaimana manusia berinteraksi dan berkolaborasi dengan AI.

Pengalaman yang lebih visual hadir melalui Computer Vision –“The Seeing Machine”. Di area ini, pengunjung dapat menyaksikan bagaimana AI mampu mengenali wajah, objek, gestur, hingga pose secara real-time.

Berbagai aktivitas interaktif seperti AI Photobooth, Deepfake Riddles, Games Versus AI, Human vs AI Drawing Challenge, dan Draw with AI dirancang agar pengunjung dapat merasakan langsung bagaimana AI bekerja di balik teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, AIoT–“Meet Your Robot Overlord” memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan dapat terhubung dengan perangkat fisik. Pengunjung dapat melihat berbagai prototipe smart home, smart farming, hingga wearable technology, serta mengikuti workshop untuk memahami dasar pengembangan prototipe AIoT dan edge AI.

“Cybersecurity dan AI adalah bidang yang membutuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, sekaligus keberanian untuk mencoba. Melalui CIPHER, kami ingin menciptakan ruang bagi peserta untuk tidak hanya mendengar tentang cybersecurity dan AI, tetapi benar-benar mengalami bagaimana cara berpikir dan bekerja di balik teknologi tersebut," jelas Ayu Maulina selaku Cyber Security Lecturer dan Chairwoman of CIPHER Fest.

"Harapannya, pengalaman ini dapat membuka perspektif baru sekaligus mendorong generasi muda untuk melihat computer science sebagai bidang yang dapat mereka eksplorasi dan kembangkan,” ungkap dia.

Ilustrasi peretas nonaktifkan fitur keamanan. Foto: Shutter Stock

Semangat membangun ekosistem juga hadir melalui Main Stage, yang menjadi ruang bagi para praktisi, peneliti, akademisi, dan tokoh di bidang Cyber Security dan AI untuk berbagi perspektif mengenai perkembangan teknologi serta masa depan industri digital.

Dua pembicara yang hadir dalam Talkshow Session CIPHER 2026 adalah Aurelius Ivan Wijaya, Lead AI Engineer at Invenio Potential, serta Satria Ady Paradana, Senior Security Engineer at Flip. Kehadiran kedua praktisi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan insight langsung mengenai bagaimana AI dan cybersecurity diterapkan dalam lingkungan profesional.

Kehadiran berbagai perspektif tersebut diharapkan dapat memperluas diskusi mengenai bagaimana Cyber Security dan AI berkembang tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi industri, riset, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat.

Selain menghadirkan sesi edukatif, CIPHER 2026 juga menyediakan Sticker Swap and Wall, sebuah ruang komunitas yang memungkinkan pengunjung bertukar stiker dan meninggalkan jejak kreativitas mereka. Aktivitas sederhana ini menjadi representasi dari filosofi CIPHER sebagai sebuah ekosistem: setiap individu hadir dengan kontribusi, perspektif, dan identitasnya masing-masing, lalu menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.

Melalui CIPHER 2026, BINUS UNIVERSITY tidak hanya ingin memperkenalkan perkembangan Cyber Security dan AI, tetapi juga mendorong generasi muda untuk melihat teknologi sebagai bidang yang dapat mereka eksplorasi dan kontribusikan.

BINUS University juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem teknologi Indonesia, khususnya dalam bidang Cyber Security dan Artificial Intelligence mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari generasi yang think, build, and grow together.