Mensos Gus Ipul: Asesmen Jadi Dasar Penanganan Siswa Sekolah Rakyat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf tegaskan pentingnya asesmen akurat dan penanganan berbasis case management bagi siswa Sekolah Rakyat untuk putus rantai kemiskinan antargenerasi dalam arahannya secara daring kepada jajaran Kemensos, Senin (5/10/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf tegaskan pentingnya asesmen akurat dan penanganan berbasis case management bagi siswa Sekolah Rakyat untuk putus rantai kemiskinan antargenerasi dalam arahannya secara daring kepada jajaran Kemensos, Senin (5/10/2026). Foto: Kemensos RI

Siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak istimewa lantaran berasal dari latar belakang beragam. Untuk itu, asesmen menjadi dasar dalam menentukan dukungan belajar, pengasuhan, hingga layanan rehabilitasi sosial yang dibutuhkan sesuai kondisi masing-masing.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan kepada jajaran Kemensos, para Kepala Sentra, Kepala Balai, dan Kepala Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh para Kepala Sentra dan Kepala Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

"Di sekolah rakyat, ingat, asesmen bukan formalitas administratif. Asesmen adalah yang menentukan dukungan belajar seperti apa yang diberikan, pengasuhan seperti apa yang dibutuhkan, dan rehabilitasi sosial seperti apa yang harus dijalankan untuk setiap anak," kata Gus Ipul.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf tegaskan pentingnya asesmen akurat dan penanganan berbasis case management bagi siswa Sekolah Rakyat untuk putus rantai kemiskinan antargenerasi dalam arahannya secara daring kepada jajaran Kemensos, Senin (5/10/2026). Foto: Kemensos RI

Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang dan kondisi yang beragam. Karena siswa dijangkau berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya Desil 1 dan 2, mereka tidak melalui seleksi akademik. Kondisi tersebut membuat asesmen awal menjadi penting untuk mengetahui kondisi fisik, kemampuan akademik dasar, kondisi mental, serta kerentanan psikososial siswa.

"Tanpa asesmen yang benar, guru bisa salah mengajar, wali asuh bisa salah mendampingi. Maka seluruh proses yang akan saya jelaskan ini sesungguhnya berputar pada satu poros, data dan asesmen yang akurat tentang setiap anak," ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, hasil asesmen menjadi dasar penyusunan rencana perkembangan individual siswa. Proses pendidikan dan rehabilitasi berjalan beriringan melalui pembelajaran akademik yang dipandu guru serta pengasuhan dan rehabilitasi yang melibatkan wali asuh, wali asrama, dan Sentra Kemensos.

Siswa dengan kerentanan ringan hingga sedang dapat memperoleh pendampingan di lingkungan sekolah melalui penguatan karakter dan pembiasaan sehari-hari. Sementara siswa dengan kerentanan tinggi dapat dirujuk ke Sentra Kemensos untuk mendapatkan penanganan yang membutuhkan keahlian lebih khusus.

"Guru, wali asuh, wali asrama, kepala sekolah, dan sentra harus duduk dalam satu mekanisme case management yang sama. Kalau salah satu roda goyang atau berjalan tanpa koordinasi dengan roda yang lain, yang dirugikan adalah anaknya," tegas Gus Ipul.

Ia menambahkan, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari kenaikan kelas. Ada tiga kompetensi dasar yang ditargetkan, yakni siswa memiliki kemampuan akademik yang kuat, berkarakter yang mencakup disiplin, tangguh dan beretika, serta terampil, termasuk kemampuan berbahasa asing dan cakap teknologi.

Selain itu, kesiapan siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja mulai disiapkan sejak kelas dua SMA. Peminatan disesuaikan dengan arah yang dituju, baik jalur akademik, dunia kerja, maupun kewirausahaan.

"Lulus di Sekolah Rakyat bukan garis akhir. Itu pintu masuk ke dua jalur, jalur akademik ke perguruan tinggi dan jalur karier sebagai pekerja terampil maupun wirausahawan," katanya.

Untuk memastikan seluruh proses berjalan terpadu, Gus Ipul menekankan perlunya koordinasi antara sekolah, Sentra, dan seluruh pihak yang terlibat. Ia juga meminta agar siswa yang membutuhkan layanan psikososial segera ditindaklanjuti dan tidak menunggu terlalu lama.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf tegaskan pentingnya asesmen akurat dan penanganan berbasis case management bagi siswa Sekolah Rakyat untuk putus rantai kemiskinan antargenerasi dalam arahannya secara daring kepada jajaran Kemensos, Senin (5/10/2026). Foto: Kemensos RI

"Kepala Sentra harus setiap saat menerima rujukan kasus psikososial tinggi. Jangan sampai ada yang butuh pertolongan justru menunggu lama karena koordinasi yang lambat atau ada yang tidak peduli," ujarnya.

Gus Ipul juga meminta seluruh pihak menggunakan data yang sama mengenai setiap siswa sehingga perkembangan anak dapat dipantau secara menyeluruh. Menurutnya, proses bisnis Sekolah Rakyat bukan sekadar untuk memenuhi dokumen, melainkan memastikan mobilitas sosial siswa meningkat dan transmisi kemiskinan antargenerasi dapat diputus.

"Ini dibuat untuk memastikan mobilitas sosial siswa meningkat dan transmisi kemiskinan antargenerasi benar-benar bisa diputus. Bukan sekadar wacana, tapi kerja yang bisa kita ukur, kita pantau, dan kita bertanggung jawabkan," pungkasnya.