Nasib Pilu Anak di Bandung Diduga Diperkosa Ayah Kandungnya yang Seorang Dokter

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak korban kekerasan. Foto: narikan/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak korban kekerasan. Foto: narikan/Shutterstock

Nasib pilu dialami bocah perempuan berusia 3,5 tahun di Kota Bandung. Ia diduga diperkosa ayah kandungnya, berinisial IS, yang berprofesi sebagai dokter. Nahasnya, korban sampai terinfeksi penyakit menular seksual gonore.

Kini, terduga pelaku juga diduga membawa kabur korban sejak 28 September 2026 dan belum ditemukan hingga Selasa (20/10).

Kuasa hukum ibu korban, Debi Agusfriansa, mengatakan laporan dugaan kekerasan seksual tersebut telah disampaikan ibu korban ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat pada 28 September 2026, bertepatan dengan dugaan dibawanya korban oleh ayah kandungnya.

"Dari tanggal 28 September hingga hari ini, belum ada perkembangan terkait di mana dan kapan si terduga pelaku ini akan ditangkap. Makanya kita agak khawatir karena takutnya si terduga pelaku ini melakukan hal yang sama," kata Debi saat dihubungi, Selasa (20/10).

Menurut Debi, terduga pelaku berprofesi sebagai dokter umum dan memiliki klinik mandiri beserta apotek di Kota Bandung. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari hasil penyelidikan, terduga pelaku sementara diduga masih berada di wilayah Jawa Barat.

Debi menyebut, terduga pelaku sempat mengirim pesan kepada ibu korban untuk membahas keadaan anaknya. Namun, komunikasi tersebut tidak berlangsung lama karena terduga pelaku kembali menghilang dan memblokir komunikasi.

Korban Mengeluh Sakit

Ilustrasi kekerasan pada anak. Foto: chayanuphol/Shutterstock

Debi menjelaskan, ibu korban mulai mencurigai adanya dugaan kekerasan seksual sekitar November 2025. Kecurigaan itu muncul setelah korban mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil.

Ibu korban kemudian membawa anaknya untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan keterangan Debi, dokter menemukan adanya luka pada organ intim korban dan menyarankan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn).

"Hasil keterangan laboratorium dan visum, berdasarkan yang kami ketahui, menunjukkan adanya gonore. Robekan ada, gonore ada," ujarnya.

Gonore adalah penyakit kelamin yang mudah menular akibat peradangan yang disebabkan oleh bakteri gonokokus atau penyakit kencing nanah.

Debi mengatakan, berdasarkan cerita yang disampaikan korban ke ibunya, dugaan perbuatan tersebut antara lain berupa tindakan memasukkan jari ke organ intim korban secara berulang.

"Berdasarkan dari, keterangan dari korban, sempat pernah bercerita bahwasanya berawal dari jari, jari ayahnya itu pernah dimasukkan ke alat vital si korban, itu secara berulang," ujarnya.

Korban Pernah Dibawa ke Hotel

Ilustrasi pria masuk ke hotel. Foto: nullplus/Shutterstock

Korban juga disebut pernah bercerita dibawa ke sebuah hotel di Kota Bandung oleh terduga pelaku. Menurut Debi, korban menceritakan adanya barang yang dibeli di sebuah supermarket sebelum mereka menuju hotel tersebut. Korban juga diperlihatkan video porno.

"Korban juga pernah bercerita bahwa ia pernah dibawa ke hotel di Kota Bandung. Nah, sebelum menuju hotel, dia itu pergi dulu ke salah satu supermarket di sebelah hotel tersebut untuk membeli alat kontrasepsi yang dugaan kami itu adalah kondom," jelas dia.

Ibu Sempat Mengejar

Debi menjelaskan saat korban dibawa kabur terduga pelaku, sang ibu sempat mengejar. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran.

Ia mengatakan peristiwa itu bermula ketika terduga pelaku menghubungi ibu anak tersebut dengan alasan ingin bertemu anaknya. Namun, pertemuan itu justru berujung pada dugaan pengambilan paksa korban.

"Dia mengiming-imingi ingin melihat anak saja. Tidak ada pikiran akan dibawa lari pada saat itu," kata Debi.

Menurut Debi, saat itu ibu korban tidak menyangka pertemuan tersebut akan berakhir dengan hilangnya sang anak. Terduga pelaku kemudian diduga membawa anak tersebut menggunakan mobil setelah terjadi cekcok dan kejar-kejaran dengan ibu korban.

Ia mengatakan terduga pelaku langsung membawa paksa anaknya ketika datang untuk bertemu.

Atalia Mengawal Kasus

Anggota DPR Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya memberikan paparan saat mengikuti rapat dengan kepala badan penyelenggaraan Haji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2/2025). Foto: Youtube/ TVR Parlemen

Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mengawal kasus ini. Melalui unggahan di media sosial, Atalia meminta kepolisian, khususnya Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat, segera melacak keberadaan terduga pelaku dan menyelamatkan korban.

Atalia Praratya adalah wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat I (Jabar I) dari Partai Golkar. Dapil ini mencakup wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Atalia mengungkapkan, dirinya bersama tim Jabar Bantuan Hukum menerima pengaduan langsung dari ibu korban terkait dugaan kekerasan seksual tersebut.

Ia menyebut, berdasarkan pengaduan yang diterimanya, terdapat bukti rekam medis dan hasil visum yang menunjukkan adanya luka, kemerahan, hingga infeksi gonore pada korban.

Selain itu, menurut Atalia, anak tersebut disebut mampu memperagakan dan menggambarkan tindakan yang diduga dialaminya.

Atalia menyoroti kondisi korban yang hingga kini masih berada dalam penguasaan terduga pelaku. Ia meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan anak tersebut.

"Mohon dengan sangat agar jajaran Kepolisian, khususnya direktorat PPA @polda_jawabarat, dapat bergerak cepat melacak keberadaan terduga pelaku dan menyelamatkan anak ini," tulis Atalia.