Nasib Pilu Mozza, Gadis Semarang yang Setahun Hilang Ditemukan Tinggal Kerangka

Seorang gadis bernama Mozza Axillia Gunarsa (18) warga Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dilaporkan hilang sejak Rabu, 25 Juni 2025. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Berdasarkan poster informasi orang hilang yang diterbitkan Polres Semarang pada 28 Juni 2025, Mozza lahir di Kabupaten Semarang pada 20 Juli 2007 dan beralamat di Gebugan RT 04/RW 01, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas.
Ia meninggalkan rumah pada Rabu, 25 Juni 2025, sekitar pukul 10.00 WIB setelah berpamitan kepada orang tuanya melalui pesan WhatsApp. Saat itu, ia mengaku hendak mengantarkan laptop milik temannya di sekitar kawasan Makodam Semarang.
Saat pergi, Mozza mengenakan baju putih lengan panjang, hijab dengan warna yang tidak diketahui, celana yang juga tidak diketahui warnanya, serta sandal berwarna krem merek Reebok. Ia mengendarai sepeda motor Honda Vario 125 berwarna hitam bernomor polisi H 5344 ALC, namun tidak membawa STNK.
Cerita Ayah
Suara Singgih (42) bergetar, air matanya tak henti-henti mengalir mengingat kenangan tentang putri sulungnya, Mozza, yang menghilang dari rumah setahun lamanya.
Ia tak menyangka pesan WhatsApp pada 25 Juni 2025 yang dikirimkan putrinya menjadi pesan terakhir. Sejak saat itu keberadaan putrinya bak hilang ditelan bumi.
"Yah, kakak keluar sm mbak ayuk ke rumah tmn mb ayuk yg dikodam, nganter laptop mau dipinjam tmn mbk ayuk".
Begitu pesan Mozza kepada sang ayah. Pesan itu kemudian dijawab "iya".
Namun, pagi berganti siang, siang berganti malam, hari berganti bulan pesan itu tak lagi berbalas. Centang satu. Foto profil WhatsApp anaknya pun menghilang. Hampir satu tahun keluarga itu menunggu kabar dan kedatangan Mozza.
Ayuk yang disebut memiliki janji dengan Mozza pun mengaku tak pernah ada janji temu pada hari itu.
"Saat itu memang saya sudah curiga biasanya kalau pergi itu pasti foto tempatnya, laporan. Tapi kok kali ini tidak. Dan sampai sekarang tidak pernah ada kabar apa pun, atau petunjuk apa pun yang dikirimkan oleh Mozza," ujar Singgih saat ditemui di kediamannya, Rabu (8/7).
Sebagai orang tua, ia pun tak pernah berdiam diri. Ia sudah mencari Mozza hingga ke berbagai kota, mengelilingi Semarang dan sekitarnya, Solo, bahkan ke Indramayu, Jawa Barat hingga Jombang, Jawa Timur.
"Saya sering dapat info ada yang lihat di sini, di sana. Saya datangi sampai ke mana-mana. Kalau yang Jombang itu memang bersama penyidik karena nomor lama Mozza tiba-tiba terdeteksi di Jombang tapi ternyata sudah dipakai orang lain," jelas Singgih.
Singgih juga mencari keberadaan anaknya lewat media sosial. Ia juga berusaha dengan menghubungi Bupati Semarang, Gubernur Jawa Tengah, petinggi kepolisian melalui direct massage Instagram agar kasus ini mendapat atensi.
Kendala Pencarian
Upaya pencarian Mozza memang tidaklah mudah. Hal ini diungkap Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana saat menjawab permintaan keluarga untuk menyelidiki akun medsos yang diduga intens berinteraksi dengan Mozza sebelum hilang. Menurut Bodia HP Mozza sudah di-reset maka itu sulit untuk menelusurinya.
"HP-nya sudah factory reset. Iya sementara (ponsel jadi petunjuk utama)," jelas Bodia.
Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menegaskan pihaknya masih terus melakukan pencarian kendati belum ada hasil.
"Sudah dilakukan pencarian termasuk alat komunikasi namun masih nihil, kami masih mengusahakan pencarian sampai dengan saat ini," kata Ratna.
Ternyata Tewas Dibunuh
Kasus hilangnya Mozza akhirnya menemui titik terang. Polisi menangkap pria pelaku pembunuhan terhadap Mozza pada 3 September 2026.
Bodia mengatakan bahwa kasus ini terungkap setelah penyidik mendapatkan petunjuk baru mengenai sosok yang ditemui Mozza sebelum menghilang.
"Jadi kami melaksanakan penyelidikan terkait orang hilang setahun ini. Beberapa minggu lalu kami mendapat petunjuk baru dari orang tua korban, yaitu ada perangkat elektronik yang masih terhubung dengan media sosial. Dari situ kami mendapatkan petunjuk," ujar Bodia, Jumat (4/9).
Petunjuk tersebut menunjukkan bahwa sebelum hilang, Mozza sempat menemui seorang pria yang diduga merupakan teman dekatnya. Polisi kemudian menelusuri keberadaan pria tersebut hingga ke sebuah rumah indekos di wilayah Sriwijaya, Kota Semarang.
"Dari situ kita ke wilayah Sriwijaya di Kota Semarang. Di rumah indekos tersebut, kami bertemu dengan pemilik kos dan mendapat informasi bahwa yang bersangkutan sudah tidak mengekos di situ. Namun, teman-temannya masih ada, lalu kami lakukan interogasi," jelasnya.
Pelaku Ditangkap di Blora
Penyelidikan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di sana, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial MDVA alias V (22) di kediamannya.
"Kami mengamankan seorang pria yang merupakan teman dekatnya berinisial MDVA alias V (22). Saat ditangkap tidak ada perlawanan," ungkap Bodia.
Kepada polisi, MDVA mengakui telah membunuh Mozza pada 25 Juni 2025, atau tiga hari sebelum korban resmi dilaporkan hilang pada 28 Juni 2025.
Pelaku membuang mayat korban di pinggir Jalan Tol Jangli. Polisi telah mengevakuasi kerangka korban.
"Lalu pelaku menunjukkan lokasi dirinya membuang karung berisi jasad korban di pinggir Jalan Tol Jangli. Di lokasi, kami menemukan kerangka lengkap dengan beberapa lembar kain, yang langsung kami evakuasi ke RS Bhayangkara," lanjut Bodia.
Jenazah Diserahkan ke Keluarga
Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah Mozza yang tiba di rumah duka di Dusun Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Jenazah Mozza akhirnya tiba di rumah duka pada Jumat (4/9) pukul 22.26 WIB menggunakan ambulans milik PMI Kabupaten Semarang.
Para pelayat kemudian melaksanakan salat jenazah diiringi lantunan doa yang tak pernah terputus.
Dua batu nisan bertuliskan "MOZZA AXILLIA GUNARSA BINTI SINGGIH GUNARSA, LH: 20-7-2007, WF: 4-9-2026" juga sudah disiapkan. Mozza akan dimakamkan di pemakaman desa.
Ngadirin, kakek Mozza, mengaku masih tak percaya dengan kematian Mozza.
"Sudah ada firasat. Pikirannya sudah nggak enak dari kemarin. Semalaman itu saya kepikiran cucu saya gimana, kok nggak pulang-pulang. Tahu-tahu saya dapat kabar seperti itu," kata Ngadirin.
