Oliver Holt Kritik Perilaku Lamine Yamal dan Puji Sikap Rendah Hati Harry Kane

Jurnalis Daily Mail Oliver Holt menyampaikan kritik tajam terhadap bintang muda Barcelona Lamine Yamal setelah pergelaran Ballon d'Or di London. Holt menilai sikap pemain berusia 18 tahun tersebut sangat kontras dengan kapten tim nasional Inggris Harry Kane yang memenangkan penghargaan tertinggi tersebut. Dikutip dari laporan Daily Mail via Goal.com, Kane digambarkan sebagai sosok profesional sempurna yang jauh dari perilaku narsistik di luar lapangan.
Kritik tajam dari media Inggris ini mengemuka setelah Yamal melontarkan pernyataan percaya diri sebelum proses pemungutan suara Ballon d'Or berlangsung. Pemain asal Spanyol itu finis di urutan ketiga di belakang Kylian Mbappe dan Kane.
Pernyataan Kontroversial Yamal Menjelang Penghargaan Ballon d'Or
Yamal memicu sorotan publik ketika memberikan komentar mengenai persaingan pemain terbaik dunia sebelum acara penyerahan piala diselenggarakan. Dalam perkataannya, ia mengeklaim bahwa dirinya dan Mbappe merupakan dua pemain terbaik di dunia saat ini.
“Saya jujur percaya bahwa kami berdua adalah yang terbaik di dunia, dan saya pantas mendapatkannya tahun ini karena saya memenangkan gelar,” ujar Yamal tanpa memperhitungkan keberadaan Kane dalam peta persaingan tersebut.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Holt yang menilai pandangan sang pemain muda sebagai bentuk budaya selebritas yang merusak. Menurut laporan surat kabar Jerman Bild, Holt memandang komentar Yamal sebagai cerminan dari obsesi pemain modern yang selalu ingin menjadi pusat perhatian.
Skandal Pesta Ulang Tahun yang Terus Membayangi Yamal
Holt tidak hanya memprotes komentar Yamal, tetapi juga mengungkit kembali kontroversi perayaan ulang tahun ke-18 sang pemain. Acara tersebut sempat memicu kemarahan publik setelah muncul klaim bahwa Yamal menyewa orang-orang bertubuh kerdil untuk memeriahkan pesta tersebut.
Asosiasi Orang dengan Perawakan Pendek Spanyol atau ASDD bahkan mengumumkan niat mereka untuk mengambil langkah hukum atas insiden perayaan tersebut. Holt menilai tindakan tersebut sangat jauh dari nilai kebersihan etika yang ditunjukkan oleh pesepak bola senior seperti Kane sepanjang kariernya.
Perbandingan Perilaku Kane dan Sindiran untuk Cristiano Ronaldo
Holt secara terbuka memuji Kane sebagai sosok teladan yang mendedikasikan hidupnya untuk prestasi lapangan tanpa mencari sensasi media. Ia menyebut kapten Inggris tersebut berhasil meraih penghargaan tertinggi tanpa pernah menyalahgunakan popularitasnya.
Selain mengkritik Yamal, Holt juga menyindir bintang asal Portugal Cristiano Ronaldo dalam analisis moralnya. Ia menegaskan bahwa Kane bukanlah sosok narsis yang arogan seperti Ronaldo, melainkan seorang profesional yang selalu bersikap rendah hati.
Meskipun gagal meraih piala utama Ballon d'Or dan mendapat kritik pedas, Yamal tidak pulang dengan tangan hampa dari acara tersebut. Pemain muda Barcelona itu berhasil membawa pulang Kopa Trophy untuk ketiga kalinya sebagai pemain muda terbaik musim ini.
