Kumparan Logo

Paris Saint-Germain Puncaki Pemeringkatan Kekuatan Liga Champions 2026/27

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pemain PSG merayakan kemenangan. Foto: JEFF PACHOUD / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Para pemain PSG merayakan kemenangan. Foto: JEFF PACHOUD / AFP

Paris Saint-Germain mengokohkan posisi teratas dalam daftar pemeringkatan kekuatan Liga Champions 2026/27 setelah menaklukkan Manchester City dengan skor 4-2 pada pertandingan kedua fase liga. Dikutip dari laporan GOAL, klub raksasa Prancis tersebut tampil dominan dan membuktikan kapasitas mereka sebagai juara bertahan yang mengincar gelar Eropa ketiga secara beruntun. Kemenangan luar biasa di kandang City tersebut sekaligus menegaskan dominasi skuad asuhan Luis Enrique di panggung sepak bola antarklub tertinggi Eropa.

Pekan kedua fase liga musim ini juga diwarnai rekor fantastis dengan terciptanya 78 gol dalam 18 pertandingan di seluruh benua. Persaingan menuju tangga juara di Madrid makin memanas seiring bermunculannya sejumlah kejutan, termasuk dari tim-tim non-unggulan yang mampu menahan imbang klub raksasa.

Dominasi Sang Juara Bertenaga dan Kejutan Tim Kuda Hitam

Paris Saint-Germain memperlihatkan permainan kelas dunia pada babak pertama saat melumat Manchester City dengan keunggulan tiga gol lebih dulu sebelum menutup laga dengan kemenangan 4-2. Sang juara bertahan kini menempati posisi nomor satu dalam peta persaingan dan bersiap menghadapi tantangan terberat berikutnya melawan Barcelona. Sementara itu, klub asal Norwegia seperti Viking dan Bodo/Glimt berhasil menciptakan kejutan besar dengan menahan imbang Bayern Munich serta menaklukkan Borussia Dortmund.

Di sisi lain, kejutan dari tim semenjana ini memperketat peta persaingan di papan bawah zona kelulusan. Klub-klub besar seperti Napoli, Galatasaray, dan Fenerbahce justru terseok-seok serta terancam gagal melangkah ke babak knockout. Perubahan peta kekuatan ini menjadikan persaingan memperebutkan posisi 24 besar kian dramatis bagi tim papan tengah.

Pesaing Utama dari La Liga dan Liga Inggris

Barcelona menempati posisi kedua dalam daftar calon kuat juara berkat penampilan impresif Lamine Yamal dan Raphinha saat membalikkan keadaan atas Galatasaray. Kehadiran Rodri di lini tengah dinilai menjadi kunci utama dalam memutus serangan balik lawan serta memperkokoh pertahanan skuad asuhan Hansi Flick. Persaingan di empat besar makin ketat dengan menanjaknya Arsenal yang sukses mengamankan dua kemenangan beruntun di bawah komando Mikel Arteta.

Bayern Munich dan Real Madrid juga terus menempel di papan atas meski harus melewati perjuangan yang ekstra berat pada laga terakhir. Real Madrid yang kini dilatih Jose Mourinho membutuhkan comeback fantastis dengan mencetak tiga gol dalam sepuluh menit terakhir untuk mengalahkan Roma. Sementara itu, kekalahan Manchester City dari sang juara bertahan menuntut Enzo Maresca untuk segera memperbaiki kinerja lini belakang timnya.

Dinamika Klub Raksasa yang Terseok dan Kebangkitan Tim Lain

Beberapa klub tradisional Eropa justru mengalami kesulitan besar pada awal musim ini, termasuk Inter Milan yang menelan dua kekalahan beruntun dari Real Madrid dan Club Brugge. Manchester United di bawah Michael Carrick juga menunjukkan ketidakstabilan setelah ditundukkan Atletico Madrid akibat minimnya efisiensi di depan gawang lawan. Sebaliknya, Aston Villa di bawah Unai Emery tampil menjanjikan usai memetik kemenangan telak 6-0 atas Fenerbahce.

Perjalanan menuju babak gugur masih sangat panjang bagi seluruh kontestan yang berlaga di fase liga ini. Setiap poin yang diraih pada laga mendatang akan sangat menentukan apakah tim-tim raksasa mampu bangkit atau justru tergusur oleh gempuran tim-tim kuda hitam.