Kumparan Logo

Pemain Premier League Siapkan Gugatan Ganti Rugi Terhadap Manchester City

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan bagian luar Etihad Stadium milik Manchester City. Foto: Lee Smith/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan bagian luar Etihad Stadium milik Manchester City. Foto: Lee Smith/REUTERS

Sejumlah pemain Premier League dan agen mereka berkonsultasi dengan tim hukum untuk menuntut ganti rugi finansial dari Manchester City pekan ini. Langkah hukum ini akan mereka ambil jika sang juara bertahan gagal membatalkan vonis bersalah dalam kasus pelanggaran aturan finansial. Tuntutan tersebut berfokus pada potensi kehilangan bonus akibat kegagalan meraih gelar juara atau tiket kompetisi Eropa.

Beberapa klub rival bahkan telah terlebih dahulu menginstruksikan pengacara mereka untuk menganalisis potensi litigasi serupa terhadap Manchester City. Di sisi lain, manajemen Manchester City tetap membantah keras seluruh tuduhan tersebut dan bersiap mengajukan banding resmi sebelum tenggat waktu berakhir.

Kerugian Finansial Akibat Kehilangan Gelar dan Bonus

Para agen pemain menduga klien mereka kehilangan pendapatan dalam jumlah besar karena kalah bersaing secara tidak adil di lapangan. Kehilangan bonus akibat gagal menjuarai kompetisi atau absen dari turnamen antarklub Eropa menjadi dasar utama dari rencana gugatan hukum ini. Pakar hukum menjelaskan bahwa mantan manajer klub rival juga memiliki landasan hukum yang kuat untuk menuntut kompensasi atas hilangnya potensi pendapatan mereka.

Jika putusan bersalah tetap berlaku, Manchester City harus bersiap menghadapi gugatan masif dari berbagai pihak di pengadilan. Pertempuran hukum ini diperkirakan akan berlangsung selama bertahun-tahun karena melibatkan banyak pihak yang merasa dirugikan secara finansial.

Biaya Hukum Fantastis dan Strategi Pertahanan

Manajemen Manchester City telah menyewa tim pengacara papan atas yang dipimpin oleh pengacara senior bernama Lord Pannick KC untuk memimpin perlawanan hukum mereka. Sang pengacara kabarnya mengenakan tarif luar biasa sebesar 5.000 poundsterling atau sekitar seratus juta rupiah per jam untuk jasanya.

Klub kaya raya tersebut bertekad menggunakan segala sumber daya terbaik demi membersihkan nama baik mereka dari noda pelanggaran regulasi keuangan. Banding resmi harus segera mereka serahkan sebelum tenggat waktu hari Jumat agar proses peninjauan kembali bisa berjalan.

Potensi Penundaan Kasus Hingga Tahun Dua Ribu Dua Puluh Tujuh

Hasil dari banding inilah yang nantinya akan menentukan apakah gelombang gugatan dari para pemain dan klub rival benar-benar bergulir ke pengadilan. Proses banding ini berpotensi mundur hingga tahun berikutnya karena tim hukum klub kemungkinan besar akan mempermasalahkan penerapan regulasi baru Premier League.

Aturan baru tersebut mewajibkan seluruh proses disipliner selesai dalam waktu dua belas minggu dengan sidang banding maksimal selama lima hari. Para pengacara Manchester City berargumen bahwa kasus ini dimulai sejak pemeriksaan awal yang sudah berlangsung sebelum aturan ketat itu berlaku.

Seorang pakar hukum olahraga menyatakan bahwa klub memiliki argumen yang kuat untuk menolak penerapan aturan percepatan sidang tersebut. Jika argumen penolakan ini diterima oleh komisi independen, maka penyelesaian sengketa terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris ini dipastikan akan memakan waktu jauh lebih lama.