Pembalap Formula 1 Kecam Penundaan Start Grand Prix Bahrain di Malaysia

kumparanSPORTverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebalap tim Red Bull asal Belanda Max Verstappen saat balapan F1 Grand Prix Barcelona di Circuit de Catalunya, Montmelo, Barcelona, Minggu (1/6/2025). Foto: PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap tim Red Bull asal Belanda Max Verstappen saat balapan F1 Grand Prix Barcelona di Circuit de Catalunya, Montmelo, Barcelona, Minggu (1/6/2025). Foto: PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP

Sejumlah pembalap Formula 1 mengecam penundaan start dan kekacauan sistem elektronik pada balapan Grand Prix Bahrain di Sirkuit Sepang Malaysia hari Minggu. Masalah tersebut terjadi akibat kegagalan perangkat lunak yang membuat mesin beberapa mobil kehilangan tenaga secara mendadak sebelum putaran pertama dimulai. Kondisi hujan deras memperparah situasi hingga pihak penyelenggara terpaksa menunda balapan selama sembilan puluh menit.

Federasi Otomotif Internasional menjelaskan bahwa kombinasi putaran mesin rendah dan lintasan basah memicu malafungsi pada sistem distribusi tenaga elektrik kendaraan. Kejadian memalukan ini memaksa semua tim melakukan pembaruan software patch darurat di dalam area pit. Penonton harus menunggu sangat lama sebelum akhirnya safety car memandu para pembalap untuk memulai balapan sesungguhnya.

Kritik Tajam Para Pembalap Terhadap Regulasi Elektronik

Pembalap McLaren Lando Norris mengecam keras kegagalan sistem elektronik tersebut karena merusak jalannya balapan. Ia menyatakan, “Hal ini membuktikan bahwa kita seharusnya tidak memiliki semua teknologi elektronik yang rumit itu di dalam mobil balap.” Kekecewaan serupa diutarakan oleh Lance Stroll yang menyesalkan mengapa para pembalap harus memperbaiki perangkat lunak alih-alih bertarung di lintasan.

Sergio Perez turut mengecam kekacauan teknis yang terjadi di sirkuit basah tersebut secara terbuka kepada media. Pembalap asal Meksiko tersebut menegaskan, “Apa yang terjadi hari ini benar-benar tidak dapat diterima untuk olahraga ini.” Ia mendesak seluruh pihak terkait untuk segera memetik pelajaran berharga agar kesalahan memalukan ini tidak terulang kembali.

Kerumitan Unit Daya Modern Menjadi Sorotan Utama

Pemenang balapan Max Verstappen menyoroti kerumitan mesin modern sebagai akar dari segala permasalahan sistem kelistrikan di lintasan. Pembalap asal Belanda tersebut berujar, “Itulah masalah yang kita miliki, mesin ini sangat rumit dan terlalu banyak perangkat lunak yang diterapkan.” Masalah ini terdeteksi pertama kali oleh Verstappen sebelum akhirnya merambat ke seluruh mobil di belakangnya secara berantai.

Lewis Hamilton yang mengakhiri balapan di posisi ketiga menyamakan kekacauan tersebut dengan balapan gokar mainan plastik. Mantan juara dunia itu berseloroh bahwa seluruh pembalap tampak seperti sedang mengendarai kendaraan mainan dengan kecepatan yang sama rata akibat malafungsi power unit tersebut. Sementara itu, Kimi Antonelli menggambarkan situasi di lintasan lurus sangat gila karena lima mobil berjejer tanpa tahu arah yang jelas.

Desakan Evaluasi Menyeluruh untuk Masa Depan Balapan

Carlos Sainz meminta pihak penyelenggara untuk berkaca dan mengevaluasi keputusan regulasi teknis yang telah disepakati beberapa tahun lalu. Pembalap Williams tersebut berargumen, “Sangat jelas bahwa regulasi ini sangat rumit untuk pembalap, tim, unit daya, dan juga pabrikan.” Ia mempertanyakan visi jangka panjang pembuat kebijakan yang justru membuat balapan kelas dunia ini menjadi terlalu rumit.

George Russell menyuarakan kekecewaan mendalam bagi para penonton di tribun yang sudah menanti kembalinya balapan di Malaysia sejak tahun dua ribu tujuh belas. Pembalap asal Inggris yang gagal finis karena kerusakan mesin tersebut merasa penonton berhak mendapatkan pertunjukan yang jauh lebih baik dan menghibur. Baginya, rangkaian penundaan panjang dan prosedur bendera merah membuat balapan hari itu tidak mencerminkan level tertinggi dari Formula 1.