Pemilik Sebut Kapal yang Ditumpangi 5 Wartawan ke Anak Krakatau Laik Jalan

Pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wyasa, mengklaim kondisi mesin kapal yang ditumpangi 5 wartawan untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau terhitung laik jalan lantaran baru selesai docking atau perawatan di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Tak hanya itu, Sandi menyebut kapal Arupadhatu miliknya turut dilengkapi 2 mesin sehingga kecil kemungkinan kapal terbawa arus yang disebabkan mesin kapal mati.
"Kapal itu sebelum berangkat dia baru pulang docking di Ujung Kulon. Terus kalaupun misalnya kita kan double engine nih, 2 mesin. Kalaupun misalnya kerusakan, mungkin hanya 1 mesin, 1 mesin pasti hidup," kata Sandi, Kamis (10/9).
"Pengalaman kita enggak semuanya mati, gitu," imbuhnya.
Selain itu, Sandi juga meragukan jika hilangnya para penumpang kapal Arupadhatu 1 miliknya disebabkan kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Sebab, kapten kapal dianggap memiliki pengalaman panjang membawa trip ke Gunung Anak Krakatau.
"Kalau misalnya kita dari bensin, kapten kita itu sudah puluhan tahun pegang boat. Dia sudah menghitung antara kebutuhan bensin. Kemungkinan itu ada juga, cuma kecil," ujarnya.
Sandi mengaku sampai saat ini dirinya masih enggan berspekulasi terkait penyebab hilangnya para penumpang kapal Arupadhatu 1 miliknya lantaran masih menunggu informasi dari tim SAR gabungan.
Kendati begitu, Sandi menyampaikan kapal Arupadhatu 1 sudah dibekali pelampung untuk masing-masing penumpangnya sebagai upaya penyelamatan pertama bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Life jacket atau pelampung ada (di kapal). Saya enggak bisa menduga ya (penyebab hilang). Mudah-mudahan mereka selamat, ya ditemukan dengan selamat, sehat, aamiin," tandasnya.
Sekadar informasi, sebelum dinyatakan hilang pada Selasa (8/9), sebanyak 5 jurnalis, 1 tour guide, dan 2 ABK kapal Arupadhatu 1 bertolak dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) dengan tujuan melakukan peliputan di areal Gunung Anak Krakatau.
