Pencarian Usai, Meila yang Dibawa Paksa Mantan Pacar Telah Pulang

Meila Nurpadilah (23), perempuan asal Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yang dibawa paksa mantan pacar akhirnya pulang. Setelah sempat menghilang sejak Minggu (12/7), Meila akhirnya kembali ke rumah pada Selasa (21/7).
Adik korban, Silma, membenarkan bahwa kakaknya telah kembali berkumpul dengan keluarga. Kepulangan Meila sekaligus mengakhiri penantian keluarga yang selama ini terus mencari keberadaan korban.
"Alhamdulillah kakak saya sudah pulang," ujar Silma kepada wartawan di rumahnya, Selasa (21/7).
Silma mengatakan, Meila tiba di rumah sekitar pukul 14.30 WIB. Meski demikian, ia belum menjelaskan secara rinci bagaimana kakaknya bisa kembali ke rumah.
"Terima kasih untuk pihak-pihak yang sudah membantu keluarga kami dalam menemukan. Terima kasih juga untuk para pihak yang sudah membantu dalam proses pencarian," ucapnya.
Berharap Terduga Pelaku Ditangkap
Meski Meila telah kembali ke rumah, keluarga berharap proses hukum tetap berjalan terhadap mantan pacar Meila, Reza (23), yang sebelumnya dilaporkan diduga membawa korban.
Menurut Silma, penegakan hukum penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali menimpa perempuan lain.
"Kalau memang bisa ditangkap, ditangkap aja," tegas Silma.
Saat ditanya alasan keluarga tetap berharap proses hukum berlanjut, Silma mengatakan hal itu sebagai bentuk pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.
"Supaya menghindari kejadian terjadi lagi seperti itu," pungkasnya.
Dijemput Keluarga di Leuwipanjang
Polisi mengungkap Meila sempat dibawa oleh terduga pelaku ke Baturaja, Sumsel. Setelah kasus ini ramai, terduga pelaku dan keluarganya kemudian mengantarkan Meila pulang.
Meila dibawa melalui jalur darat ke Bekasi, kemudian dilanjutkan perjalanan ke Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, sebagai tempat pertemuan. Meila kemudian dijemput oleh keluarganya.
Kanit Reskrim Polsek Cililin, Ipda Fakhmi, mengatakan kepulangan Meila telah dipastikan pada Selasa (21/7). Korban telah kembali ke keluarganya dalam keadaan selamat.
"Hari ini sudah terkonfirmasi bahwa yang selama ini dicari sama kita, yang diduga dibawa sama mantan pacarnya, telah kembali. Alhamdulillah dengan kondisi selamat, mungkin ada sedikit trauma selama satu minggu ini," ujar Fakhmi, Selasa (21/7).
Menurut Fakhmi, selama proses pencarian polisi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepolisian di wilayah lain hingga perangkat desa tempat terduga pelaku berada.
"Selama ini juga kita sudah berupaya untuk mengkomunikasikan, baik ke polsek setempat maupun ke RT setempat. Sampai akhirnya dari pihak kami juga, terutama Pak RT di sana mengimbau untuk dipulangkan," katanya.
Terkendala Ongkos
Polisi mengungkap alasan Meila tidak langsung dipulangkan ke keluarganya meski mantan pacarnya, Reza (23), disebut telah memiliki niat mengembalikan Meila.
Kanit Reskrim Polsek Cililin, Ipda Fakhmi, mengatakan berdasarkan keterangan yang diterima penyidik dari Meila, sebenarnya sudah ada keinginan dari pihak Reza untuk mengantarkan korban kembali kepada keluarganya.
"Tadi sudah disampaikan juga sama Mei bahwa betul niat untuk dipulangkan," katanya.
Namun, niat tersebut tidak dapat segera direalisasikan lantaran Reza yang membawa Meila tidak memiliki biaya untuk perjalanan pulang ke Bandung.
"Namun terkendala karena ongkos, jadi menunggu beberapa waktu. Setelah ada ongkos, kemudian dikonfirmasi," ungkap Fakhmi.
Setelah biaya perjalanan tersedia, Meila akhirnya diberangkatkan menuju Bandung bersama Reza dan ibu Reza. Rombongan berangkat dari Bekasi menuju Terminal Leuwipanjang.
"Hari ini alhamdulillah kita kembali ke keluarganya," ujar Fakhmi.
Cerita Meila
Meila menceritakan pengalamannya setelah sempat dibawa paksa mantan pacarnya, Reza (23) ke Baturaja, Sumatera Selatan. Menurut Meila, sebenarnya ia sempat akan dipulangkan pada hari pertama, namun rencana itu urung dilakukan karena terduga pelaku dilanda ketakutan setelah kasus tersebut menjadi perhatian.
Meila mengatakan dirinya dibawa menuju Baturaja melalui jalur darat menggunakan bus. Perjalanan ditempuh dengan menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumatera Selatan.
"Naik bus," ujar Meila saat ditanya moda transportasi yang digunakannya, Selasa (21/7).
Setibanya di rumah keluarga terduga pelaku di Baturaja, Meila mengaku diperlakukan dengan baik oleh keluarga pria tersebut. Meski demikian, ia tetap ingin kembali ke rumahnya di Bandung Barat.
"Baik sebenarnya perilakunya," kata Meila.
Menurut Meila, pada awalnya terduga pelaku sempat berniat memulangkannya pada hari yang sama. Namun, situasi berubah setelah informasi mengenai dirinya yang dicari keluarga dan kepolisian mulai menyebar.
"Kan aku tadinya mau langsung dibalikin sore. Nah, karena enggak enak di situ ramai, kan. Nah, sejak itu ketakutan gitu, dia ketakutan," ungkapnya.
Meila mengatakan, setelah kasusnya ramai, mantan pacarnya justru semakin enggan berpisah dengannya. Bahkan, pria tersebut beberapa kali menyampaikan keinginan agar Meila tetap tinggal bersamanya.
"Dia enggak mau jauh dari saya. Dia gitu, 'udah jadi milik saya aja'," tutur Meila.
Ia mengungkapkan, hubungan asmara mereka sebenarnya telah berakhir. Namun, menurutnya, terduga pelaku masih terus berusaha mengejar dan menghubunginya.
"Dia masih sering ngejar-ngejar, dia yang ngejar-ngejar," katanya.
Meila juga mengaku sempat mendengar ucapan mantan pacarnya yang mengaku siap menghadapi konsekuensi hukum demi tetap bersamanya.
"Saya bakal lapor polisi, dia bilang, 'Saya udah siap apa pun risikonya, asal kamu sama saya'," ujar Meila menirukan ucapan pria tersebut.
Selain itu, Meila mendapat pesan dari ibu terduga pelaku sebelum dipulangkan. Pesan itu disampaikan usai Ketua RT mengabari soal pencarian Meila yang menjadi perhatian publik.
"Pas dapat kabar dari Pak RT itu, 'Nanti Mei kalau misalnya ditanya-tanya sama polisi, bilang aja Mei yang mau ikut, datang ke sini jalan-jalan'," ucap Meila.
Kini Meila telah kembali ke keluarganya di Kabupaten Bandung Barat. Sementara itu, Polsek Cililin masih mendalami keterangan korban untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.
