Penjelasan Menhaj soal 2 Anaknya jadi Tenaga Ahli

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Haji Irfan Yusuf (Gus Irfan) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Haji Irfan Yusuf (Gus Irfan) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan angkat bicara soal kabar dua anaknya diangkat sebagai Tenaga Ahli Menhaj.

Kabar ini sebelumnya viral di media sosial. Dua anak Gus Irfan yang disebut jadi Tenaga Ahli Menhaj adalah Nama Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz.

Gus Irfan memberikan penjelasan soal itu. Berawal ketika Oktober 2024, dia dilantik menjadi Ketua Badan Penyelenggara (BP) Haji. Lembaga baru ini tak memiliki perkantoran hingga staf pendukung.

"Kementerian Haji diawali dengan BP Haji. Kita dilantik tanggal 24 Oktober. Yang dilantik itu saya sama Wamen, Bang Dahnil. Keluar dari Istana kita enggak punya staf, kita enggak punya kantor, kita enggak punya apa-apa," kata Gus Irfan ditemui di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, DIY, Jumat (23/10).

Saat itu, Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil disambut oleh timnya dari Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Saya disambut santri-santri saya dan sama anak saya," katanya.

Anak-anak Gus Irfan dan para santri ini membantu di BP Haji tanpa digaji.

"Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan Badan Penyelenggara Haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama 3 atau 4 bulan. Itu yang terjadi," ujarnya.

Seiring waktu, menurut Gus Irfan, ada beberapa orang yang ia masukkan sebagai tenaga ahli.

"Sampai kemudian ada beberapa yang saya masukkan menjadi tenaga ahli, ada sebagian kembali ke basic-nya, ada yang balik ke pondok, ada yang balik ini, karena mereka hanya sekadar ikhlas membantu," katanya.

Kementerian Haji

Pada 2026, ketika Kemenhaj dibentuk dan Gus Irfan dilantik sebagai menteri, ia menyebut mendapat hak menetapkan tiga staf khusus hingga tenaga ahli.

"Saya ambil cuma satu. Saya dapat lima tenaga ahli, saya ambil cuma empat," katanya.

"Dan tahun 2026 adalah tahun yang pertama kita menyelenggarakan haji di mana kita punya tugas ganda, menyelenggarakan haji sekaligus membentuk organisasi," tuturnya.

Pada 2026 itu menurutnya, analisa jabatan kementerian tersebut butuh 7 ribu pegawai. Sementara pegawai yang ada hanya 3.200 atau kurang dari 50 persen.

"Karena itu semua sumber daya kita kerahkan. Termasuk outsourcing-outsourcing kita kerahkan untuk menutup kekurangan itu. Dan alhamdulillah 2026 dianggap sebagai haji yang paling berhasil dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Pada hari ini pun menurutnya, Kemenhaj masih kekurangan pegawai. Dari kebutuhan 7 ribu pegawai baru 4 ribu yang tercapai, atau masih kurang 3 ribu.

"Kita tidak bisa mengambil ASN baru, nunggu nanti formasi yang baru. Yang kita bisa lakukan adalah kita membuka pendaftaran bagi ASN-ASN dari kementerian lain maupun pemerintah daerah. Dua bulan lalu kita ada entry meeting sekitar 300 dari kementerian lain, masih jauh dari kurang," katanya.

"Minggu depan mungkin ada 300 lagi entry meeting pegawai-pegawai dari kementerian lain masuk tapi masih jauh dari kurang," ujarnya.

Kantor di daerah, menurut Gus Irfan, juga masih banyak yang merangkap. Misal saja, di Jawa Timur ada tujuh kabupaten yang kantornya masih merangkap. Di Jawa Tengah hal serupa juga terjadi.

"Itulah kondisi kita. Kita kekurangan tenaga. Karena itu dengan berbagai kelemahan, dengan kekurangan kita ambil mana yang bisa dalam rangka memberikan pelayanan kepada jemaah haji," katanya.

Lanjutnya, selain melayani jemaah, kementeriannya masih harus menyiapkan pegawai agar jumlahnya ideal.

"Pada saatnya nanti semua tenaga tercukupi maka outsourcing-outsourcing akan secara bertahap kita kembalikan-kembalikan lagi. Itu yang terjadi," pungkasnya.