Kumparan Logo

Populer: A380 Emirates Mendarat di Soetta; Trump Guyur USD 3 M Sektor Tambang

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat Emirates Airbus A380. Foto: Lukas Wunderlich/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Emirates Airbus A380. Foto: Lukas Wunderlich/Shutterstock

Pendaratan perdana pesawat jumbo Airbus A380 Emirates di Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (9/8). Selain itu, ada pula langkah Presiden AS Donald Trump yang menggelontorkan investasi USD 3 miliar untuk sektor pertambangan mineral kritis guna memutus ketergantungan dari China. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Pesawat 'Jumbo' Airbus A380 Emirates Mendarat Perdana di Soekarno-Hatta

Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatatkan tonggak sejarah baru dengan keberhasilan melayani pendaratan perdana pesawat komersial terbesar di dunia, Airbus A380 milik maskapai Emirates, pada Minggu (9/8) pukul 22.25 WIB. Kehadiran armada berbadan lebar (wide-body) ini membuktikan kesiapan infrastruktur bandara dalam menampung pesawat ultra-besar dengan kapasitas angkut mencapai 600 penumpang dalam sekali penerbangan.

Langkah strategis Emirates ini merupakan ekspansi layanan menyusul kesuksesan operasional rute Dubai–Bali yang diluncurkan pada 1 Juni 2023 lalu. Saat ini, maskapai yang berbasis di Dubai tersebut tercatat sebagai operator global terbesar untuk tipe Airbus A380-800 dengan mengoperasikan sedikitnya 123 unit armada aktif. Rute baru ke Jakarta ini diharapkan memperkuat konektivitas udara global Emirates yang mencakup 144 destinasi di enam benua dengan jadwal penerbangan harian ganda (double daily).

Demi Putus Ketergantungan dari China, Trump Guyur USD 3 M Sektor Tambang AS

Presiden AS Donald Trump di Bandara Ankara, yang melakukan kunjungan resmi ke Turki menjelang KTT Kepala Negara dan Pemerintah NATO ke-36 di Ankara, Turki, pada 7 Juli 2026. Foto: Dogukan Keskinkilic/Pool via Reuters

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump secara agresif mengumumkan komitmen investasi senilai USD 3 miliar untuk memperkuat sektor pertambangan mineral kritis domestik. Langkah ekonomi makro ini sengaja diambil guna mengamankan rantai pasok industri strategis dari dominasi China, sekaligus memperkokoh kedaulatan sumber daya nasional menjelang rencana kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Washington pada September mendatang.

Alokasi dana stimulus ini didistribusikan ke berbagai proyek strategis, termasuk pinjaman senilai USD 1,4 miar kepada Sila Nanotechnologies Inc. untuk memacu produksi anoda silikon dan sel baterai lithium-ion.

Selain itu, Pentagon menyalurkan USD 400 juta kepada Sunrise Energy Metals Ltd. guna memperluas produksi skandium di Australia, serta dukungan modal untuk produsen magnet inovatif Niron Magnetics sebesar USD 150 juta. Melalui skema pendanaan ini, AS menargetkan hilirisasi pertambangan yang mandiri, ditandai dengan pengoperasian kembali tambang rare earth pertama dalam 70 tahun terakhir dan pembangunan smelter aluminium baru pertama sejak 1980.

instagram embed