Populer: Bahlil Tunda Kirim Listrik ke Singapura; Rusia Perpanjang Larangan Ekspor Solar

Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai penundaan ekspor listrik ke Singapura menjadi salah satu berita populer di kumparanBISNIS sepanjang Senin (2/11). Selain itu, Rusia yang memperpanjang larangan ekspor solar juga tidak kalah menyita perhatian publik.
Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Bahlil Tunda Ekspor Listrik ke Singapura, Sebut RI Masih Butuh Pasokan
Bahlil memutuskan untuk menunda rencana ekspor listrik hijau ke Singapura dalam waktu dekat. Penundaan ini didasari atas pertimbangan pemenuhan kebutuhan pasokan listrik dalam negeri yang dinilai masih menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia.
Kesepakatan awal ekspor ini sebelumnya telah dicantumkan dalam 26 nota kesepahaman (MoU) antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada Senin (6/7).
Proyek ini sejatinya melibatkan kolaborasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama konsorsium Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections. Dalam rencana jangka panjang tersebut, kapasitas pembangkit hijau dibidik mencapai total 3,4 gigawatt (GW) di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun, dengan tahap awal sebesar 600 MW hingga 1,2 GW. Namun, Bahlil menegaskan bahwa seluruh kewenangan perizinan berada di bawah Kementerian ESDM dan penundaan dilakukan demi menjaga kedaulatan serta pasokan energi domestik untuk 280 juta jiwa masyarakat Indonesia.
Amankan Pasokan, Rusia Perpanjang Larangan Ekspor Solar hingga Akhir Januari 2027
Rusia sedang memprioritaskan pasokan solar atau diesel dalam negeri mereka dengan kini memperpanjang larangan ekspor bahan bakar diesel atau solar oleh produsen.
Dikutip dari Bloomberg, Senin (1/11), perpanjangan larangan ekspor itu berlaku hingga akhir Januari 2027. Meski demikian, pemerintah Rusia tetap mengizinkan sebagian volume solar untuk dipasarkan ke pasar global melalui pengecualian bagi pemasok tertentu.
Adapun keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas pasar bahan bakar domestik. Hal itu juga sudah disampaikan oleh pemerintah Rusia dalam pernyataan per Sabtu (31/10) lalu lewat penandatanganan dekret terkait kebijakan tersebut.
Sebelumnya pada Jumat (30/10), Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa bersamaan dengan perpanjangan larangan umum ekspor, pemerintah Rusia juga tengah menyiapkan pengecualian bagi sejumlah pemasok. Hal ini agar para pemasok tertentu tetap dapat mengirimkan solar ke pasar global.
Pengecualian itu juga bukanlah hal baru karena kebijakan serupa telah diberlakukan pada Oktober dan direncanakan tetap berlaku pada November.
Dari sisi garis waktu, Rusia melonggarkan ketentuan larangan ekspor solar pada bulan ini setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tengah bekerja sama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk kembali menyalurkan solar Rusia ke pasar global. Awalnya, pada November ini Rusia berencana mengekspor sekitar 2,15 juta ton solar setelah mengirimkan sekitar 510.000 ton pada bulan ini.
