Populer: BI Dorong Pembayaran Antarnegara; China Komitmen Impor Batu Bara AS

Upaya Bank Indonesia mendorong pembayaran antarnegara menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (26/9). Selain itu, ada komitmen China untuk mengimpor batu bara dari Amerika Serikat.
Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
BI Dorong Pembayaran Antarnegara lewat QRIS, Face Payment, dan LCT
Bank Indonesia (BI) terus memacu akselerasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) lintas negara melalui tiga langkah strategis, yaitu perluasan QRIS antarnegara, pengembangan sistem pembayaran berbasis wajah (face payment) berbasis Nexus, dan penguatan transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Langkah konkrit ini ditargetkan mampu mempermudah interkoneksi sistem pembayaran ritel hingga skala regional, yang saat ini tengah digarap bersama empat negara ASEAN dan India menggunakan infrastruktur BI-Fast.
Dari sisi volume transaksi komersial, BI mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan pada penggunaan skema LCT yang kini telah mencakup kemitraan aktif dengan tujuh negara utama, meliputi China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura. Nilai transaksi LCT Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026 melonjak tajam hingga mencapai ekuivalen USD 49,4 miliar. Angka ini mencatatkan kenaikan hampir dua kali lipat dibandingkan dengan realisasi sepanjang tahun 2025 yang hanya menyentuh USD 25,7 miliar.
AS Sebut China Komitmen Impor 10 Juta Ton Batu Bara untuk 2027 dan 2028
Hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menunjukkan sinyal deeskalasi ketegangan setelah Beijing menyepakati komitmen impor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara dari AS untuk periode tahun 2027 dan 2028. Langkah bilateral ini dicapai di bawah kerangka Dewan Perdagangan AS-China yang baru aktif, serta mencakup rencana penerapan tarif preferensial yang saling menguntungkan untuk komoditas non-sensitif senilai USD 30 miar atau setara Rp 537 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.903 per USD.
Kesepakatan ini akan memangkas hambatan tarif bagi berbagai produk ekspor AS seperti komoditas pertanian, hasil laut, kayu, kosmetik, hingga alat medis. Sebaliknya, barang konsumen asal China seperti peralatan rumah tangga kecil dan mainan anak juga akan mendapat kemudahan serupa. Selain itu, kedua raksasa ekonomi tersebut sepakat membentuk Dewan Investasi guna mengatasi isu rantai pasok mineral kritis, di samping merencanakan dialog lanjutan terkait kecerdasan buatan (AI) pada November mendatang.
