Kumparan Logo

Populer: Destry Calon Tunggal Gubernur BI; Istiqlal Kelola Dana di Pasar Modal

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kiri) bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) dan Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: ANTARA FOTO/Marco
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kiri) bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) dan Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: ANTARA FOTO/Marco

Pengusulan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (10/8).

Berita populer lainnya terkait Masjid Istiqlal yang mengelola dana wakaf di pasar modal. Lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Prabowo Pilih Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo telah mengirimkan surat presiden (surpres) kepada DPR terkait penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).

Destry, yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara, bakal memimpin bank sentral secara penuh jika lolos proses kepatutan dan kelayakan di parlemen.

Selain usulan nama pimpinan BI, surpres tersebut juga memuat daftar calon strategis lainnya untuk sektor keuangan negara.

Beberapa di antaranya meliputi calon Deputi Gubernur Senior BI, calon pengganti Deputi Gubernur BI, calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta sejumlah calon duta besar untuk negara-negara mitra.

Umat muslim menunggu waktu berbuka puasa pada hari pertama Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (1/3/2025). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Masjid Istiqlal Kelola Dana Wakaf di Pasar Modal

Masjid Istiqlal masuk dalam ekosistem pasar modal melalui pengelolaan dana wakaf. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan kerja sama tengah disiapkan bersama Masjid Istiqlal dan sejumlah manajer investasi. Dana wakaf nantinya dapat ditempatkan dalam sejumlah instrumen investasi.

"Jadi, filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Nah, itu yang sedang dikerjakan,” ucap Jeffrey ketika ditemui wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8).

Jeffrey menjelaskan, bentuk investasi tersebut dapat berupa saham, reksa dana, maupun dana yang kemudian dikelola oleh manajer investasi.

Ke depan, BEI berharap semakin banyak manajer investasi yang terlibat dan masyarakat yang menyalurkan wakaf melalui instrumen pasar modal, termasuk wakaf saham dan wakaf reksa dana semakin bertambah.