Populer: Direktur Garuda Indonesia Dicopot; Asing Lepas Saham RI Rp 1,18 T

Pemberhentian sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (13/8). Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah signifikan akibat aksi jual bersih oleh investor asing. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Garuda Indonesia Hentikan Sementara Direktur Niaga Reza Aulia Hakim
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara resmi memberhentikan sementara Reza Aulia Hakim dari jabatannya sebagai Direktur Niaga terhitung mulai 14 Agustus 2026. Langkah strategis ini diambil berdasarkan keputusan Dewan Komisaris yang tertuang dalam Surat Nomor GARUDA/DEKOM/074/2026 per tanggal 11 Agustus 2026, yang juga merujuk pada surat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara.
Untuk menjaga kelangsungan bisnis dan menghindari kekosongan kepemimpinan, manajemen perseroan mengacu pada Pasal 11 ayat 15 huruf a Anggaran Dasar Perseroan. Aturan tersebut memperbolehkan Dewan Komisaris menunjuk anggota direksi lain guna menjalankan fungsi dan tugas dari pos jabatan yang kosong tersebut sampai ditetapkannya pelaksana tugas resmi.
Manajemen memastikan bahwa dinamika internal ini tidak akan mengganggu kinerja operasional maupun finansial maskapai pelat merah tersebut. VP Corporate Secretary & TJSL Group Head GIIA, Andreas Tumpal H. Hutapea, menegaskan bahwa seluruh lini bisnis, kepatuhan hukum, dan kegiatan operasional perseroan tetap berjalan normal seperti biasa.
IHSG Anjlok 1,18%, Asing Lepas Saham Indonesia hingga Rp 1,18 T di Sesi I
Tekanan jual masif melanda pasar modal domestik pada perdagangan sesi I hingga memicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,18 persen atau terpangkas 75,51 poin ke level 6.298,34. Investor asing membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) kumulatif senilai Rp 1,18 triliun di seluruh pasar. Sentimen negatif ini merebak pasca rilis review berkala Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendepak 9 saham Indonesia dari kategori small cap index dan 2 saham dari global standard index.
Aktivitas pasar tercatat sangat likuid dengan total nilai transaksi menembus Rp 7,81 triliun, volume perdagangan mencapai 17,51 miliar lembar saham, dan frekuensi transaksi sebanyak 1,19 juta kali. Aliran modal keluar didorong oleh nilai penjualan asing (foreign sell) yang mencapai Rp 2,96 triliun, berbanding terbalik dengan nilai pembelian (foreign buy) yang hanya sebesar Rp 1,78 triliun. Saham PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) memimpin pelepas asing terbesar dengan nilai net sell Rp 147,57 miliar.
Meskipun demikian, beberapa saham tertentu terpantau masih menjadi target akumulasi oleh investor asing di tengah tekanan indeks. Saham perbankan pelat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat arus masuk modal asing (net foreign buy) tertinggi mencapai Rp 11,08 miliar, disusul oleh emiten manufaktur rokok GGRM sebesar Rp 8,61 miliar dan emiten komoditas emas EMAS senilai Rp 6,58 miliar.
