Kumparan Logo

Populer: Google Kehilangan Nilai Valuasi; Impor 1 Juta Sapi dari Australia-Brasil

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Google Gemini AI. Foto: Poetra.RH/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Google Gemini AI. Foto: Poetra.RH/Shutterstock

Dampak AI terhadap pendapatan iklan Google menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (31/10). Selain itu, rencana pemerintah mengimpor 1 juta sapi untuk target swasembada susu juga menarik perhatian. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Google Kehilangan Nilai Pasar Rp 9,07 T Usai AI Ganggu Pendapatan Iklan

Alphabet mencatatkan penurunan nilai pasar hingga lebih dari USD 500 miliar setelah lini bisnis utama periklanannya terganggu oleh kehadiran fitur kecerdasan buatan (AI). Saham induk usaha Google tersebut anjlok lebih dari 12 persen ke level terendah dalam enam bulan, yang membawa kapitalisasi pasar perusahaan turun dari USD 3,97 triliun menjadi USD 3,46 triliun.

Meski Alphabet membukukan pertumbuhan pendapatan Q3 2026 sebesar 25 persen secara tahunan (yoy) menjadi USD 127,6 miliar, kinerja sektor periklanan pencarian tidak mencapai ekspektasi analis. Pengenalan fitur AI Mode yang menyajikan jawaban langsung berformat percakapan mulai mengikis volume penayangan iklan konvensional, di tengah persaingan ketat dari mesin pencari generatif lain seperti ChatGPT dan Claude.

Para pengamat dan mantan pimpinan bisnis periklanan Google menilai langkah penyerapan investasi AI ini sebagai strategi jangka panjang untuk mempertahankan dominasi pasar. Google memilih menanggung risiko penurunan pendapatan jangka pendek daripada mengabaikan potensi pertumbuhan teknologi baru yang dapat diambil oleh kompetitor.

Pemerintah Mau Impor 1 Juta Sapi dari Australia-Brasil hingga 2029

Pemerintah menyiapkan rencana strategis untuk mengimpor hingga 1 juta ekor sapi secara bertahap mulai tahun 2027 hingga 2029. Langkah ekspansif ini diambil demi mendorong peningkatan produksi nasional sekaligus merealisasikan target swasembada susu.

Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa mengungkapkan bahwa pasokan sapi tersebut akan didatangkan dari beberapa negara produsen utama, seperti Australia, Brasil, dan Meksiko. Pada tahap awal pelaksanaan di tahun 2027, pemerintah menargetkan masuknya 100 ribu ekor sapi sebelum ditingkatkan secara bertahap hingga memenuhi kuota 1 juta ekor pada 2029.

Kementerian Pertanian mulai meninjau kesiapan infrastruktur peternakan lokal, salah satunya di kawasan Magelang, Jawa Tengah, guna memberikan pembinaan fasilitas pemeliharaan. Kesiapan tata kelola dan infrastruktur penunjang di tingkat peternak dinilai krusial agar pengoperasian dan rantai pasok produksi susu dapat berjalan optimal saat komoditas impor mulai tiba.