Populer: Harga Emas Fluktuatif; Penumpang KRL Stasiun Karet Dialihkan

Pergerakan harga emas dunia yang kembali fluktuatif menjelang keputusan suku bunga The Fed menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (30/8).
Selain itu, terdapat informasi mengenai pengalihan layanan naik-turun penumpang KRL di Stasiun Karet mulai 1 September 2026. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Usai Rebound Kuat, Harga Emas Kembali Fluktuatif Jelang Keputusan The Fed
Harga emas dunia kembali menunjukkan pergerakan fluktuatif setelah sempat mengalami pemulihan (rebound) yang kuat. Ketidakpastian pasar ini dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik di Iran yang berdampak pada penurunan harga minyak bumi serta meredanya tekanan inflasi global.
Namun, para pelaku pasar kini tengah mencermati arah kebijakan suku bunga acuan dari The Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan FOMC pada September mendatang.
Berdasarkan analisis pasar, instrumen XAUUSD diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi antara USD 3.900 hingga USD 4.900 per troy ons, dengan titik tengah berada pada kisaran USD 4.400.
Peluang emas untuk kembali menembus level USD 4.900 dinilai masih terbuka lebar jika The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga. Sebaliknya, apabila harga menembus batas bawah USD 3.900, pergerakan emas berpotensi melanjutkan tren pelemahan.
Dari sisi permintaan fisik, volume serapan emas global menunjukkan tren peningkatan signifikan dari kisaran 50 ton pada Juni menjadi sekitar 100 ton pada Juli.
Sentimen positif ini juga diproyeksikan akan mendongkrak harga Logam Mulia di pasar domestik.
Selain itu, potensi pelemahan nilai tukar rupiah yang diperkirakan bisa menyentuh level Rp 17.900 per dolar AS akan menjadi faktor krusial yang menahan laju penurunan harga emas dalam negeri.
Penumpang KRL Tak Bisa Naik-Turun di Stasiun Karet per 1 September 2026
KAI Commuter secara resmi mengumumkan pengalihan layanan naik dan turun bagi pengguna Commuter Line di Stasiun Karet mulai 1 September hingga 31 Desember 2026.
Kebijakan penutupan sementara ini dilakukan guna mendukung kelancaran proyek pengerjaan integrasi antara Stasiun Sudirman Baru/BNI City dengan Stasiun Karet. Selama periode pengerjaan tersebut, seluruh mobilitas penumpang dialihkan sepenuhnya ke Stasiun BNI City dengan memanfaatkan akses selasar di samping Stasiun Karet.
Langkah integrasi infrastruktur ini sangat krusial mengingat tingginya volume pergerakan penumpang di kawasan tersebut. Sepanjang tahun 2026 hingga bulan Juli, Stasiun Karet mencatatkan aktivitas luar biasa dengan total 2.175.455 pengguna yang naik dan 2.127.155 pengguna yang turun. Sementara itu, Stasiun BNI City melayani 940.478 pengguna naik dan 662.808 pengguna turun. Secara akumulatif, kedua stasiun ini telah melayani sebanyak 5.905.896 aktivitas perjalanan penumpang Commuter Line Jabodetabek.
Meskipun terjadi pengalihan rute naik dan turun bagi penumpang, KAI Commuter memastikan bahwa intensitas operasional perjalanan kereta tidak akan terganggu. Sebanyak 264 perjalanan KRL yang melayani lintas Kampung Bandan/Cikarang tetap beroperasi normal tanpa perubahan jadwal. Demikian pula dengan layanan Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City yang dipastikan tetap berjalan reguler tanpa ada penyesuaian pola perjalanan selama masa integrasi fisik berlangsung.
