Kumparan Logo

Populer: Harga Minyak Terendah; Elon Musk Jadi Triliuner

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Tesla, Elon Musk tiba untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China (14/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
CEO Tesla, Elon Musk tiba untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China (14/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Penurunan harga minyak mentah menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (14/6). Selain itu, Elon Musk yang menjadi triliuner pertama di dunia. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Harga Minyak Mentah Terendah Sejak Maret 2026 usai Sinyal Selat Hormuz dibuka

Harga minyak jatuh ke level terendah sejak awal meletusnya perang AS-Israel dengan Iran, menyusul adanya tanda-tanda peningkatan aliran pasokan minyak melalui Selat Hormuz dan kemajuan menuju kesepakatan perdamaian sementara. Dikutip dari Bloomberg, harga minyak Brent berjangka turun 3,4 persen menjadi USD 87,33 per barel pada Jumat (12/6), terendah sejak 5 Maret, dan mengakhiri pekan dengan penurunan 6,2 persen. Minyak West Texas Intermediate turun 3,2 persen menjadi USD 84,88 per barel, serta harga kontrak berjangka gas alam Eropa merosot hingga 8,4 persen.

Harga minyak mentah telah turun sekitar 30 persen sejak puncak konflik. Pasar mengalami kelebihan pasokan sebelum perang pecah pada Februari, dengan minyak mentah Brent, patokan global, berada di kisaran USD 70 per barel. AS dan Iran semakin mendekati kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang dapat ditandatangani saat para pemimpin dunia G7 bertemu minggu depan, kendati pesan yang saling bertentangan antara Washington dan Teheran terus menimbulkan keraguan tentang jangka waktu tersebut.

Ilustrasi pengeboran PT Saka Energi Indonesia (SAKA). Foto: SAKA

Penurunan harga juga dipercepat oleh pasar yang menemukan cara untuk mengatasi penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilewati sekitar seperlima minyak dunia sebelum perang. Dalam beberapa minggu terakhir, semakin banyak kapal yang melintasi jalur air tersebut dengan sinyal satelit dimatikan, sementara penurunan impor China dan lonjakan ekspor AS juga membantu menyeimbangkan pasar.

Ahli strategi investasi senior US Bank, Rob Haworth, menyebut bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju Asia, pasar utama bagi pemasok dari Teluk Persia, akan membutuhkan waktu dua bulan untuk sampai ke sana dan kembali. Meskipun demikian, banyak negara masih lebih memilih membeli minyak mentah AS daripada minyak mentah yang berasal dari Teluk Persia.

Fakta-fakta Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia usai SpaceX IPO

Elon Musk resmi menjadi triliuner pertama di muka bumi usai perusahaannya, Space Exploration Technologies Corp atau SpaceX, melakukan penawaran saham perdana (IPO) senilai USD 75 miliar atau setara Rp 1.333 triliun (kurs Rp 17.775 per dolar AS). Dikutip dari Bloomberg, Minggu (14/6), saham SpaceX dibuka pada harga USD 150 per lembar di Nasdaq pada pukul 11.46 waktu New York, atau 11 persen di atas harga penawaran IPO sebesar USD 135. Saham tersebut kemudian melonjak hingga mencapai USD 168,75. Kenaikan itu membuat Musk menjadi triliuner pertama di dunia sekaligus mendorong kapitalisasi pasar SpaceX melampaui USD 2 triliun.

IPO di Nasdaq mendorong valuasi SpaceX menembus USD 2 triliun pada Jumat (12/6), melampaui kapitalisasi pasar Tesla yang berada di kisaran USD 1,5 triliun. Nilai IPO tersebut langsung menjadikan perusahaan yang bergerak di bidang roket dan satelit itu sebagai salah satu perusahaan publik terbesar di dunia.

Orang-orang melihat roket SpaceX Starship di Starbase, Texas, seperti yang terlihat dari Pulau South Padre, Senin (25/8/2025). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP

IPO SpaceX menarik permintaan lebih dari USD 350 miliar dari investor institusional maupun ritel, dengan sekitar 70 persen saham yang dialokasikan kepada investor institusional diberikan kepada investor jangka panjang (long-only investors) dan dana kekayaan negara (sovereign wealth funds).

Terlepas dari tingginya antusiasme, banyak investor tetap skeptis bahwa perusahaan yang belum membukukan keuntungan layak memperoleh valuasi sebesar itu. Kepala Riset di Energy Group Capital Group, Amanda Lyons, menyatakan bahwa secara fundamental, valuasi berdasarkan metode penjumlahan bagian-bagian bisnis (sum-of-the-parts) menurutnya hanya sekitar USD 600 miliar, atau sekitar sepertiga dari kapitalisasi pasar saat IPO.

Meski penggemar Musk berharap SpaceX dapat mencatat pertumbuhan yang setara atau bahkan melampaui Tesla, perusahaan ini juga berpotensi menghadapi kekhawatiran valuasi yang selama bertahun-tahun membayangi Tesla.

instagram embed