Kumparan Logo

Populer: Mandiri Buka Rekening Botok; PSEL Bekasi Mulai Dibangun

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Shutterstock

Pengaktifan kembali rekening Supriyono alias Botok oleh Bank Mandiri menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (26/8). Berita populer lainnya adalah dimulainya pembangunan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Bank Mandiri Dipastikan Buka Kembali Rekening Botok sebelum Batas 5 Hari Kerja

Ilustrasi Bank Mandiri Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bank Mandiri berkoordinasi dengan Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya untuk segera memulihkan transaksi rekening milik Supriyono alias Botok. Penundaan transaksi ini dihentikan setelah pihak kepolisian melakukan klarifikasi hukum terkait aktivitas pengumpulan donasi yang sempat ramai di media sosial. Langkah pemulihan ini diproses lebih cepat dari batas maksimal 5 hari kerja yang diatur oleh undang-undang guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta hak penyampaian pendapat nasabah.

Dari sisi kinerja keuangan, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan memastikan operasional perbankan tetap berjalan normal dan stabil. Sentimen ini tidak memicu aksi penarikan dana secara besar-besaran oleh nasabah, dan pergerakan harga saham emiten perbankan pelat merah tersebut dinilai berfluktuasi secara wajar akibat dinamika pasar dan kondisi makroekonomi umum.

PSEL Kota Bekasi Mulai Dibangun, Danantara Targetkan Rampung Akhir 2027

Peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) resmi memulai pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantargebang, dengan nilai investasi sekitar Rp 3 triliun. Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada akhir 2027 atau awal 2028 dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.500 ton per hari. Nilai investasi yang masif ini diproyeksikan mampu menyerap 1.000 lapangan kerja hijau dan mereduksi kebutuhan lahan TPA hingga 90 persen.

Secara dampak lingkungan dan energi, PSEL ini dirancang untuk mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau setara dengan 70 persen timbunan sampah Kota Bekasi, sekaligus menekan emisi karbon sebesar 640 ribu ton setara CO2 per tahun. Pasokan listrik yang dihasilkan dari fasilitas ini diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan energi bagi sekitar 55 ribu rumah di wilayah Bekasi melalui jaringan transmisi sepanjang 5 kilometer yang disiapkan oleh PT PLN (Persero).

Di tingkat nasional, Kementerian Koordinator Bidang Pangan mencatat proyeksi timbulan sampah nasional akan mencapai 146.780 ton per hari pada tahun 2029. Upaya pengembangan teknologi PSEL secara nasional diharapkan mampu berkontribusi menyelesaikan 22,5 persen dari total timbunan sampah tersebut, sementara sisa pengelolaan akan didistribusikan melalui metode organik dari sumber sebesar 12,4 persen, TPS3R dan bank sampah 19,8 persen, serta TPST-RDF industri semen sebesar 25,3 persen.