Kumparan Logo

Populer: O!Save Ekspansi di RI; Subsidi Pertalite Bakal Dibatasi

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ritel O!Save. Foto: Dok. O!Save
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ritel O!Save. Foto: Dok. O!Save

Ekspansi ritel asal Filipina, O!Save, di Indonesia menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Selasa (11/8).

Selain itu, rencana pembatasan subsidi BBM Pertalite untuk masyarakat mampu juga menjadi sorotan. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Ritel Asal Filipina O!Save Makin Ekspansif di RI, Pemerintah Buka Suara

Kementerian UMKM merespons ekspansi agresif jaringan ritel asal Filipina, O!Save, yang telah membuka gerai di Indonesia sejak 2023.

Jaringan ritel yang mengusung konsep hard discount pertama di Indonesia ini telah mendirikan kantor operasional di 5 kota strategis, yaitu Bekasi, Depok, Karawang, Tangerang, dan Surabaya.

Pemerintah menilai kehadiran ritel ini sebagai katalis positif yang dapat memperkuat struktur industri ritel domestik melalui penyediaan produk berkualitas dengan harga kompetitif untuk memulihkan daya beli masyarakat.

Kendati demikian, pemerintah tetap mengawasi potensi dampak persaingan usaha yang ditimbulkan oleh penetrasi O!Save. Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memantau dinamika pasar secara berkala agar persaingan tetap sehat.

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan juga tengah melakukan pengecekan lebih lanjut guna memastikan kepatuhan regulasi dari ritel asing yang terus memperluas pasarnya di tanah air ini.

Bahlil dan Purbaya Sepakat Batasi Subsidi Pertalite

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyepakati rencana pengetatan penyaluran subsidi BBM jenis Pertalite secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Langkah fiskal ini menargetkan penghentian alokasi subsidi bagi kelompok masyarakat mampu yang berada di kategori desil 9 hingga 10.

Pembatasan ini akan diimplementasikan melalui sistem digital terintegrasi milik PT Pertamina (Persero) untuk memastikan akurasi data kendaraan konsumen berdasarkan kapasitas mesin atau jenis kendaraan mewah di lapangan.

Kebijakan pengetatan ini diambil guna mengendalikan pembengkakan anggaran subsidi energi di tengah fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP) global yang bergerak di kisaran USD 80 hingga USD 100 per barel.

Meski volume konsumsi diproyeksikan tetap stabil, penyesuaian ini diharapkan mampu menekan beban APBN karena kelompok masyarakat menengah ke atas akan dialihkan untuk membeli BBM nonsubsidi secara mandiri.

Pemerintah menegaskan bahwa komitmen menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi untuk masyarakat rentan tetap menjadi prioritas utama tanpa adanya kenaikan harga jual.