Populer: Pemerintah Lunasi Kewajiban BLBI; Tarik Utang Baru Rp 506 T

Pelunasan seluruh kewajiban utang BLBI oleh pemerintah menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (18/9). Selain itu, pemerintah juga melaporkan penarikan utang baru sebesar Rp 506 triliun hingga Agustus 2026. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Pemerintah Lunasi Utang BLBI, Total Obligasi Krisis Capai Rp 640 T
Pemerintah akhirnya resmi melunasi seluruh kewajiban pembayaran surat utang negara terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) peninggalan krisis finansial 1997-1998 pada Agustus 2026. Langkah ini berhasil dituntaskan berkat sokongan dana dari surplus Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 55 triliun yang disetorkan langsung ke kas negara.
Dengan pelunasan ini, sejarah panjang penyelesaian beban keuangan masa lalu resmi berakhir, yang sekaligus mendongkrak realisasi pendapatan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) melonjak dari target awal Rp 1,8 triliun menjadi Rp 58 triliun.
Secara historis, penanganan krisis moneter hampir tiga dekade lalu tersebut memaksa pemerintah menerbitkan total obligasi dengan nilai fantastis mencapai Rp 640 triliun. Penyelesaian utang dilakukan secara bertahap, di mana obligasi rekapitalisasi telah rampung diselesaikan pada Juli 2020, sementara obligasi khusus BLBI menyusul tuntas pada Agustus 2026.
Keberhasilan penyelesaian utang ini merefleksikan hasil positif dari koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Di sisi lain, Kementerian Keuangan melaporkan penarikan utang baru mencapai Rp 506 triliun hingga akhir Agustus 2026, atau setara dengan 60,8 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 832,2 triliun. Pembiayaan utang neto ini terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 527,4 triliun dan pinjaman neto minus Rp 21,4 triliun.
Meskipun pasar keuangan global diwarnai ketidakpastian, pasar SBN domestik dinilai tetap solid dengan spread SBN 10 tahun rupiah berada di level 120 basis poin dan spread dengan negara pembanding sebesar 217 basis poin, yang efektif menarik aliran modal asing.
Sementara itu, realisasi belanja bunga utang tercatat telah menyerap dana APBN sebesar Rp 394,2 triliun, dengan porsi dalam negeri mendominasi senilai Rp 366,4 triliun dan luar negeri sebesar Rp 27,8 triliun. Selain pengelolaan utang, pemerintah juga merealisasikan pembiayaan investasi senilai Rp 62,6 triliun hingga akhir Agustus 2026 guna mendukung program ketahanan pangan lewat Bulog, pembiayaan pendidikan LPDP, serta sektor infrastruktur lainnya.
Pemerintah optimistis strategi pembiayaan hingga akhir tahun akan tetap terjaga di bawah target defisit APBN sebesar 2,85 persen terhadap PDB.
