Populer: Penyaluran LPG 3 Kg Masih Dikaji; Rekening Usia 17 Tahun Dorong DPK

Rencana pembatasan penyaluran LPG 3 kg berdasarkan desil ekonomi menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (12/9).
Selain itu, ada pula ulasan mengenai program rekening otomatis bagi warga usia 17 tahun yang berpotensi mendongkrak DPK perbankan dalam jangka panjang. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Pemerintah Masih Kaji Pembatasan LPG 3 Kg Berdasarkan Desil
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan kajian mendalam terkait skema baru penyaluran subsidi LPG 3 kilogram berbasis desil ekonomi agar lebih tepat sasaran.
“Ini masih dikaji ya. Pada prinsipnya subsidi harus semakin tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai subsidi yang seharusnya untuk masyarakat yang membutuhkan justru dinikmati oleh kelompok yang secara ekonomi sudah mampu,” ujar Jubir Kementerian ESDM, Dwi Anggia, saat dihubungi kumparan, Sabtu (12/9).
Langkah penataan ini mendesak dilakukan mengingat realisasi penyaluran per Juli 2026 telah menembus 5,05 juta metrik ton (MT), atau telah melampaui separuh dari total kuota APBN 2026 yang dipatok sebesar 8 juta metrik ton.
Sebagai langkah antisipasi lonjakan konsumsi yang terus meningkat akibat sistem pendistribusian yang masih bersifat terbuka, pemerintah mengusulkan kenaikan alokasi kuota subsidi LPG menjadi 8,94 juta metrik ton pada RAPBN 2027. Nilai estimasi anggaran untuk subsidi tersebut sangat besar, yakni mencapai Rp 114,1 triliun.
Guna memastikan keakuratan data penerima subsidi di lapangan, PT Pertamina (Persero) kini telah bersinergi dengan Ditjen Dukcapil untuk melakukan pemutakhiran data kependudukan.
Rekening Otomatis Usia 17 Tahun Berpotensi Dongkrak DPK-Kredit Jangka Panjang
Rencana pemerintah memberikan rekening bank bersaldo awal Rp 50.000 bagi warga yang baru memiliki KTP diproyeksikan menjadi instrumen investasi finansial jangka panjang. Berdasarkan data Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), terdapat sekitar 46,5 juta penduduk yang belum memiliki rekening pada akhir 2026.
Jika seluruh kelompok tersebut terfasilitasi, tambahan dana pihak ketiga (DPK) baru yang masuk ke industri perbankan diperkirakan mencapai Rp 2,33 triliun atau sekitar 0,02 persen dari total DPK saat ini.
Meskipun suntikan dana awal dari estimasi 4 hingga 4,5 juta penduduk usia 17 tahun baru setiap tahunnya hanya berkontribusi ratusan miliar rupiah terhadap total aset perbankan nasional yang mencapai Rp 14.000 triliun, program ini dinilai krusial untuk memperluas inklusi keuangan yang kini berada di angka 93,61 persen. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada literasi keuangan dan keaktifan transaksi nasabah ritel baru tersebut agar tidak menjadi rekening pasif yang justru membebani biaya operasional perbankan.
