Populer: Purbaya Tanggapi Prabowo Nombok; BI Ungkap Strategi Rupiah Stabil
ยทwaktu baca 2 menit

Tanggapan Purbaya soal biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo yang ditanggung pribadi menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (6/6). Strategi Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan rupiah juga jadi berita populer.
Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Purbaya Respons soal Prabowo Nombok Pakai Uang Pribadi untuk Perjalanan LN
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya memberikan tanggapan terkait pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengenai kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang ditanggung pribadi. Purbaya enggan berkomentar lebih jauh, merujuk pada penjelasan Seskab Teddy. Ia berpandangan bahwa secara logika, tidak ada aturan yang melarang penggunaan dana pribadi untuk menalangi kelebihan biaya, menegaskan bahwa itu adalah hak individu.
Purbaya juga memastikan pemerintah tetap mengalokasikan anggaran perjalanan dinas Presiden dalam APBN. Namun, ia menolak memberikan detail mengenai besaran anggaran perjalanan dinas Presiden pada 2026 dengan alasan informasi tersebut bersifat rahasia.
Pernyataan ini muncul setelah Teddy sebelumnya mengumumkan seluruh kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo ditanggung menggunakan dana pribadi, serta menyoroti pemangkasan signifikan jumlah rombongan perjalanan dari lebih dari 120 orang menjadi sekitar 50-60 orang, sebagai upaya efisiensi.
Gubernur BI Beberkan 2 Strategi Agar Rupiah Stabil di Tengah Tekanan Dolar AS
Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan kuat, dengan kurs USD/IDR bertahan di atas level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, tercatat Rp 18.036 berdasarkan data Bloomberg per Jumat (5/6). Merespons kondisi ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan dua strategi utama yang disepakati bersama pemerintah untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mengelola arus modal.
Strategi pertama berfokus pada peningkatan daya tarik instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran modal asing (portfolio inflows). Perry menjelaskan kenaikan suku bunga global telah memicu arus keluar modal dari pasar keuangan domestik, termasuk dari pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Untuk itu, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter diperkuat guna menciptakan imbal hasil yang kompetitif.
Strategi kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Ini dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap di BI, dengan peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah, memastikan operasi moneter berjalan optimal untuk stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi.
