Kumparan Logo

Populer: RI Negara Pertama yang Wajibkan B50; Integrasi Stasiun Karet-BNI City

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto, memberikan sambutan pada acara peluncuran Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto, memberikan sambutan pada acara peluncuran Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia jadi negara pertama di dunia yang mewajibkan B50 menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (9/7). Integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City juga jadi salah satu berita populer.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Prabowo: Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Wajibkan B50

Presiden Prabowo Subianto, bersama jajaran meluncurkan Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan penggunaan B50, dan menyebut Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang mewajibkan B50. Program ini diamanatkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang mengatur kewajiban pencampuran 50 persen Bahan Bakar Nabati jenis Biodiesel dengan Minyak Solar.

Prabowo mengatakan, langkah ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memanfaatkan kekayaan alamnya untuk kemandirian energi dan merupakan tonggak penting dalam pencapaian teknologi energi terbarukan.

Implementasi B50 diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan program ini akan menghentikan impor solar yang saat ini mencapai 3 hingga 4 juta kiloliter per tahun dari total konsumsi 38-40 juta kiloliter per tahun. Selain itu, nilai tambah CPO diperkirakan meningkat dari Rp 20,92 triliun menjadi sekitar Rp 23,49 triliun.

Secara makro, B50 diprediksi menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun pada 2026, naik dari estimasi B40 sebesar Rp 133,3 triliun pada 2025, serta menciptakan 2,1 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO2.

Penumpang KRL Karet Masuk-Keluar Lewat Stasiun BNI City per 28 September 2026

Penumpang menunggu kereta berhenti di Stasiun Karet, Jakarta, Kamis (2/1/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mengintegrasikan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City mulai 28 September 2026. Dengan kebijakan ini, penumpang KRL yang selama ini naik dan turun di Stasiun Karet akan diarahkan untuk melakukan aktivitas masuk dan keluar melalui Stasiun BNI City.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan area Stasiun Karet akan berfungsi sebagai concourse atau ruang penghubung yang dilengkapi fasilitas travelator berpendingin udara, demi meningkatkan kenyamanan perpindahan pelanggan.

Integrasi ini didasarkan pada kebutuhan akan keselamatan dan peningkatan pelayanan, mengingat jarak kedua stasiun yang sangat berdekatan. Penataan ini bertujuan untuk menciptakan alur yang lebih aman bagi pelanggan, pengguna jalan, serta masyarakat sekitar yang berinteraksi dengan kawasan tersebut, termasuk pejalan kaki, pengantar, penjemput, hingga pelaku usaha.

Data KAI menunjukkan kawasan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City merupakan salah satu titik layanan dengan aktivitas pelanggan yang sangat tinggi. Sepanjang Semester I 2026, kedua stasiun melayani total 9.945.696 aktivitas naik dan turun pelanggan, dengan Stasiun Karet mencatat 7.257.442 dan Stasiun BNI City 2.688.254 aktivitas. Angka ini meningkat dari 29.089.290 aktivitas sepanjang 2025.

Selain itu, BNI City juga melayani 1.197.413 pelanggan Commuter Line Basoetta pada Semester I 2026, meningkat 12,71 persen dari tahun sebelumnya. Data ini menggarisbawahi urgensi penataan untuk mendukung mobilitas komuter, perpindahan antarmoda, dan akses Bandara Soekarno-Hatta.