Kumparan Logo

Populer: Subsidi BBM Desil 10 Dibatasi; BI Gelar KKI 2026

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Rencana pembatasan subsidi BBM bagi desil 10 menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (20/8). Selain itu, Bank Indonesia kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia 2026. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Subsidi BBM untuk Desil 10 Akan Dibatasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (20/8/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana kebijakan pengetatan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyasar kelompok masyarakat kelas atas atau desil 10.

Kebijakan ini dirancang untuk memastikan penyaluran subsidi energi menjadi lebih tepat sasaran sekaligus menekan defisit anggaran negara.

Dari pembatasan ini, pemerintah memproyeksikan adanya penghematan anggaran subsidi BBM hingga 10 persen.

Rencana pembatasan ini direncanakan berjalan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Selain desil 10, kelompok desil 9 juga berpotensi masuk dalam daftar konsumen yang dilarang membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Langkah efisiensi ini menjadi krusial mengingat anggaran subsidi energi dalam RAPBN 2026 telah ditetapkan sebesar Rp 210 triliun, dan diproyeksikan melonjak hingga Rp 272,95 triliun pada RAPBN 2027.

BI Kembali Gelar Karya Kreatif Indonesia 2026

Pjs Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti melihat koleksi pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Bank Indonesia kembali menyelenggarakan pameran tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Senayan, Jakarta.

Ajang berskala nasional ini dirancang untuk mengakselerasi pengembangan kapasitas dan memperluas akses pasar global bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi UMKM terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional.

Gelaran KKI 2026 mengintegrasikan kolaborasi lintas sektor yang kuat dengan melibatkan 27 Kementerian/Lembaga serta didukung oleh 34 mitra strategis dari sektor perbankan, asosiasi, dan pelaku industri.

Sinergi ini difokuskan untuk mendorong digitalisasi UMKM, memperluas jaringan pasar domestik dan ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," ujar Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti saat membuka KKI 2026, Kamis (20/8).