Kumparan Logo

Populer: Tarif Tol Bersiap Naik; Samota Disiapkan Jadi KEK

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Kamis (26/3/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Kamis (26/3/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Tarif tol menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (26/7). Selain itu, Samota disiapkan jadi KEK. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Tarif Tol di Sejumlah Ruas Bersiap Naik, tapi BUJT Diminta Benahi Syaratnya

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengonfirmasi rencana penyesuaian tarif di beberapa ruas jalan tol. Meskipun penyesuaian tarif merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan tingkat inflasi, pemberlakuan tarif baru masih menunggu pemenuhan persyaratan administratif dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Sekretaris BPJT, Ira Ariani Chaerunisa, menegaskan bahwa penyesuaian tarif baru akan diberlakukan setelah seluruh syarat terpenuhi dan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum.

Selain aspek inflasi, evaluasi pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh BUJT juga menjadi pertimbangan krusial. Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum berencana merevisi Peraturan Menteri (Permen) terkait SPM jalan tol, khususnya Permen PU No 16 Tahun 2014, untuk memasukkan sanksi administrasi yang memadai bagi BUJT yang tidak memenuhi SPM. Hal ini dilakukan menyusul beberapa isu terkait kondisi jalan tol yang dinilai belum layak, menunjukkan fokus pemerintah pada peningkatan kualitas layanan seiring dengan penyesuaian tarif.

Samota Disiapkan Jadi KEK, Magnet Investasi Baru di Indonesia Timur

Foto udara kawasan Jembatan Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, Gunung Tambora) di Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, NTB, Jumat (3/9/2021). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menargetkan Samota (Saleh-Moyo-Tambora) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru yang akan menjadi magnet investasi di Indonesia Timur. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyatakan bahwa Samota ditujukan sebagai instrumen pengoptimalisasi keunggulan kawasan dan mendukung kebijakan investasi nasional pada sektor produktif seperti pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, industri kreatif, agro-maritim, serta penguatan konektivitas dan logistik.

Posisi Provinsi NTB menunjukkan performa investasi yang kuat, dengan realisasi investasi periode 2021 hingga Triwulan II Tahun 2026 mencapai sekitar Rp 216,7 triliun. Sektor pariwisata sendiri berkontribusi signifikan dengan realisasi investasi kumulatif 2023 hingga semester I 2026 mencapai Rp 190 triliun. Kabupaten Sumbawa, khususnya, memiliki modal kuat berkat lokasinya di sekitar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, menjadikannya simpul logistik dan distribusi regional yang strategis.

Namun, pemberian status KEK bukanlah tujuan akhir. Todotua menekankan pentingnya kesiapan ekosistem investasi yang komprehensif, mencakup kepastian lahan, infrastruktur memadai, rencana bisnis yang jelas, serta keberadaan investor yang siap merealisasikan investasinya agar kawasan tersebut layak secara ekonomi dan finansial.

instagram embed