Prabowo di KTT BRICS: Serukan Persatuan, Kemandirian hingga Kekuatan Kolektif

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 7 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9). Dalam forum tersebut, Prabowo menyampaikan sejumlah pesan mengenai pentingnya persatuan negara-negara Global South, kekuatan kolektif, hingga ketahanan dan kemandirian nasional.

Selain mengikuti agenda utama KTT, Prabowo juga disambut langsung Perdana Menteri India Narendra Modi dan mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama para pemimpin negara anggota BRICS.

Disambut Narendra Modi di Lokasi KTT BRICS

Berdasarkan siaran YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di lokasi KTT menggunakan mobil Mercedes-Maybach S 600. Di bagian depan kendaraan tersebut terpasang bendera Indonesia dan India.

Prabowo tampak mengenakan jas abu-abu, kemeja putih, dasi biru, peci hitam, dan kacamata hitam. Ia kemudian berjalan di atas karpet merah dengan diapit sejumlah pasukan India sebelum menuju ruangan KTT.

Sesampainya di dalam, Prabowo melepas kacamata hitamnya. Ia kemudian bertemu Narendra Modi. Kedua pemimpin tersebut tampak berpelukan dan berjabat tangan sebelum berfoto bersama.

Modi juga sempat berbincang dengan Prabowo sambil memegang bahu Presiden Indonesia tersebut. Setelah itu, Modi mengajak Prabowo masuk ke ruangan KTT.

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP

Prabowo Tekankan Pentingnya Negara yang Tangguh dan Mandiri

Dalam sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Modi sebagai tuan rumah sekaligus Ketua BRICS tahun ini.

“Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS," ujar Prabowo dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (12/9).

Prabowo menyebut keikutsertaan Indonesia dalam BRICS sebagai sebuah kehormatan. Indonesia merupakan anggota baru dalam organisasi tersebut.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk hadir di sini dan bergabung dengan Anda semua dalam KTT ini. Kami adalah anggota baru BRICS, dan kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian menekankan pentingnya kebersamaan di antara negara-negara BRICS. Menurut dia, kekuatan suatu negara berawal dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, energi, pendidikan, hingga kesempatan meningkatkan kesejahteraan.

“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita—lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri," tuturnya.

Prabowo menegaskan ketahanan nasional dibutuhkan agar sebuah negara mampu menentukan arah kebijakannya secara mandiri. Indonesia, kata dia, tidak menginginkan ketergantungan maupun tekanan dari kekuatan tertentu.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” ujar Prabowo.

Salah satu bidang yang dinilai strategis adalah energi. Prabowo mendorong negara-negara BRICS memperkuat konektivitas sistem energi untuk menjaga ketahanan energi antarwilayah.

“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Bawa Pesan Persatuan Negara Global South

Dalam forum yang sama, Prabowo juga membawa pesan persatuan negara-negara Global South. Ia mengutip pepatah Indonesia untuk menggambarkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan global.

"Ada pepatah lama di Indonesia, ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, pesan tersebut mencerminkan semangat yang menyatukan negara-negara Asia dan Afrika dalam perjuangan untuk berdiri sejajar serta menentukan masa depan mereka sendiri.

"Kearifan sederhana ini mencerminkan semangat yang menyatukan negara-negara Global Selatan, negara-negara dari Asia dan Afrika, beberapa dekade lalu di Bandung," lanjut dia.

Ia menilai semangat Bandung tetap relevan di tengah perubahan tatanan dunia. Negara-negara Global South yang memiliki pengalaman sejarah dalam melawan imperialisme dan kolonialisme, kata Prabowo, kini hadir sebagai bangsa yang setara.

"Kami di Global South kini merasa suara kami didengar. Negara-negara yang baru saja meraih kemerdekaan, yang telah melawan imperialisme dan kolonialisme, kini bersatu sebagai negara yang setara,” ungkap Prabowo.

Prabowo menilai persatuan dapat membuat suara negara-negara Global South lebih terdengar dan kepentingan mereka lebih terlindungi.

"Kami memahami bahwa dengan bersatu, suara kita akan lebih terdengar. Kepentingan kita dapat lebih terlindungi dan dimajukan. Pelajaran ini tetap sangat penting," tegas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Dorong Kekuatan Kolektif BRICS

Prabowo juga menyoroti besarnya kapasitas kolektif BRICS. Menurut dia, organisasi tersebut mewakili separuh populasi dunia sekaligus mencakup bagian besar dari perekonomian dan perdagangan global.

“BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang sangat besar,” ujar Prabowo.

Kekuatan tersebut, menurut Prabowo, dapat digunakan untuk memperkuat ketahanan global dan meningkatkan kapasitas negara-negara berkembang dalam membiayai masa depannya.

“BRICS memiliki peran untuk dimainkan dengan memperkuat kapasitas kita sendiri dalam berkontribusi terhadap ketahanan global. Dengan memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan, kita dapat memperkuat kapasitas *Global South* untuk membiayai masa depannya sendiri,” ujarnya.

Prabowo mendorong keterhubungan yang lebih baik antara pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan negara-negara BRICS.

“Bayangkan apa yang dapat dicapai BRICS jika kekuatan ini sepenuhnya dimobilisasi untuk membantu menjamin pasokan pangan dan energi. Bayangkan jika pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan kita terhubung dengan lebih baik, sehingga menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” imbuh Prabowo.

Ia turut menekankan perlunya sistem multilateral yang lebih kuat dan mampu mengakomodasi kepentingan seluruh negara. Dalam konteks tersebut, Prabowo menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap harus berada di pusat sistem multilateral, tetapi perlu diperkuat agar lebih representatif dan responsif.

“PBB harus lebih representatif, lebih responsif, dan lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat kita. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keuangan internasional kita juga harus berkembang. Perdagangan dan mata uang tidak boleh dipersenjatai,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: KRISTINA SOLOVYOVA/AFP

Prabowo Sambut Deklarasi New Delhi

KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam menghasilkan Deklarasi New Delhi yang disepakati negara-negara anggota sebagai arah bersama untuk menerjemahkan berbagai komitmen ke dalam langkah dan hasil yang nyata.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan pertemuan para pemimpin BRICS berlangsung secara bermakna dan konstruktif. Menurut Modi, perubahan dunia membutuhkan pembaruan terhadap institusi-institusi global, terutama dari sisi representasi, daya tanggap, serta aturan keterlibatan.

“Kita harus bekerja melalui kemitraan dan aksi kolektif untuk menjembatani kesenjangan antara komitmen dan hasil. ‘Deklarasi New Delhi’ yang diadopsi hari ini memberikan arah yang jelas bagi tekad bersama kita. Kini menjadi tanggung jawab kita untuk menerjemahkan komitmen-komitmen ini menjadi hasil yang nyata,” ujar PM Modi.

Prabowo menyambut baik deklarasi tersebut. Ia menilai kekuatan kolektif BRICS harus diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi masyarakat dan memperkuat posisi Global South dalam menentukan masa depannya.

“Inilah jenis kekuatan kolektif yang kita butuhkan. Kekuatan yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat kita. Kekuatan yang memungkinkan *Global South* memiliki suara yang lebih besar dalam membentuk masa depannya sendiri,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan kekuatan kolektif tersebut harus diarahkan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara.

“Kekuatan yang sama juga harus digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita diperhitungkan,” imbuh Prabowo.

Presiden RI Prabowo Subianto mengikuti penanaman pohon bersama para pemimpin negara anggota BRICS di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto mengikuti penanaman pohon bersama para pemimpin negara anggota BRICS di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Tanam Pohon Banyan Bersama Pemimpin BRICS

Di sela rangkaian KTT BRICS 2026, Prabowo juga mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama para pemimpin negara anggota BRICS di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, Sabtu (12/9).

Sebelum penanaman, Prabowo bersama para pemimpin negara anggota BRICS mengikuti sesi foto bersama. Dalam momen tersebut, Prabowo tampak berdiri di sebelah Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Para pemimpin kemudian melakukan penanaman pohon banyan. Pohon tersebut merupakan pohon nasional India yang dikenal memiliki akar kuat dan menjadi simbol umur panjang, ketangguhan, serta keabadian.

Dalam prosesi tersebut, Prabowo berjalan menuju lokasi penanaman bersama para pemimpin lainnya. Ia kemudian mengambil sekop dan menuangkan tanah dari karung goni ke atas bibit pohon banyan.

Setelah itu, Prabowo menggunakan penyiram tanaman untuk menyiram bibit yang baru ditanam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda simbolis bersama para pemimpin negara anggota BRICS.

Penanaman pohon banyan juga membawa pesan mengenai pentingnya keberlanjutan lingkungan. Karakter pohon yang dapat tumbuh besar dan berumur panjang menjadi simbol harapan atas pertumbuhan kerja sama antarnegara yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.