Ragam Arahan Prabowo di Rakornas TPAKD

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 7 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Hadiri Rakornas TPAKD Tahun 2026, Jakarta, 22 Oktober 2026 Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Hadiri Rakornas TPAKD Tahun 2026, Jakarta, 22 Oktober 2026 Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10).

Rakornas tahun ini mengusung tema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”. Kegiatan tersebut dihadiri para gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan pantauan, Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangannya diiringi dengan lagu Maju Tak Gentar.

Prabowo kemudian memasuki Grand Ballroom Convention JIExpo Kemayoran untuk mengikuti rangkaian Rakornas.

Tampak Prabowo yang mengenakan safari berwarna krem menyalami sejumlah pejabat daerah dan pusat yang turut hadir dalam agenda itu.

Dalam kegiatan tersebut, Prabowo dijadwalkan memberikan arahan kepada para kepala daerah yang menjadi pengarah TPAKD di wilayah masing-masing.

Turut hadir dalam acara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala BPS Amalia, Gubernur BI Destri, KSP Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menkeu Suahasil Nazara.

Rakornas TPAKD menjadi forum untuk menyinkronkan program percepatan akses keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam kegiatan ini juga dibahas arah strategi TPAKD untuk 2027.

TPAKD sendiri merupakan forum koordinasi yang melibatkan pemerintah daerah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong perluasan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Rakornas diselenggarakan melalui sinergi OJK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Kementerian Dalam Negeri.

Momen Prabowo Cari KDM di Rakornas

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto sempat mencari keberadaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM saat menghadiri Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Momen itu terjadi ketika Prabowo menyapa satu per satu sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah yang hadir dalam acara tersebut.

"Ke mana KDM itu? Yang paling dekat enggak hadir malah. Pasti sibuk. Oke," kata Prabowo.

Adapun hari ini KDM sedang mengecek langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kebakaran terjadi di kawasan Resor Pasawahan, TNGC, sejak Rabu (21/10) malam. Dedi kemudian bertolak ke lokasi untuk memimpin langsung upaya penanganan kebakaran bersama petugas di lapangan.

instagram embed

Setelah mencari KDM, Prabowo kembali melanjutkan menyapa para kepala daerah yang hadir.

"Wakil Gubernur DIY Saudara Sri Paduka Paku Alam Kesepuluh," ujar Prabowo.

Prabowo juga menyapa Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Ia sempat berkelakar melihat penampilan Emil yang kini berjenggot.

"Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak. Udah pake jenggot kau. O iya, ya, ya," kata Prabowo.

Prabowo: Pemimpin Tak Boleh Lugu, Harus Eling lan Waspodo

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pemimpin agar tidak bersikap terlalu lugu dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan. Menurutnya, seorang pemimpin harus selalu ingat dan waspada.

Prabowo mengatakan bangsa Indonesia pada dasarnya dikenal sebagai bangsa yang santun, ramah, dan terbuka terhadap tamu. Namun, ia mengingatkan sifat tersebut jangan sampai membuat bangsa Indonesia menjadi naif.

"Saya berkali-kali menyampaikan bangsa Indonesia ini dasarnya adalah bangsa yang santun, bangsa yang ramah, bangsa yang suka dengan tamu. Dasar kita begitu. Tapi kadang-kadang keramahan kita, kebaikan kita, ya, kadang-kadang menjadi naif," kata Prabowo saat menghadiri Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Menurut Prabowo, sikap terlalu lugu bisa menjadi kelemahan ketika berada dalam situasi persaingan.

"Ya naif itu lugu, dianggap lugu, dan kadang-kadang dalam dunia persaingan, ya, lugu itu dianggap, dianggap bego gitu, nggak pinter. Jadi kita harus hati-hati, ya," ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung filosofi kepemimpinan Jawa yang mengajarkan seorang pemimpin untuk tidak lugu. Prinsip yang sama, menurutnya, juga terdapat dalam berbagai budaya di Indonesia.

"Dan benar sebetulnya di kalangan kita pun kita di ajaran-ajaran filosofi kepemimpinan Jawa juga diajarkan, pemimpin nggak boleh lugu. Ya. Saya kira di suku, di semua suku juga diajarkan, ya, pemimpin tidak boleh lugu, pemimpin harus waspada," kata Prabowo.

Ia mengutip filosofi Jawa eling lan waspodo yang berarti selalu ingat dan waspada.

"Pemimpin itu kalau di filosofi Jawa, eling lan waspodo. Ingat dan waspada," ujarnya.

Prabowo mengibaratkan kewaspadaan dengan penggunaan api. Api dibutuhkan dalam kehidupan, tetapi bisa membahayakan jika tidak digunakan dengan hati-hati.

"Api, kita ajarkan anak kita, api ini panas. Api perlu, tapi kalau tidak hati-hati, api itu bahaya. Kita butuh api, tapi api bisa mencelakakan kita," ujar Prabowo.

Karena itu, ia meminta para pemimpin tetap waspada sekaligus memiliki kepercayaan diri terhadap kekuatan bangsa Indonesia.

"Jadi Saudara-saudara, ini sebagai pemimpin ya kita waspada. Tapi yang saya tekankan adalah kita harus sekarang punya rasa percaya diri. Bahwa kita ini bangsa yang kaya, bangsa yang besar," tandas dia.

Ucapkan Hari Santri 2026: Santri Kompak dan Hebat, Indonesia Kuat

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri, santriwati, dan pondok pesantren di Indonesia.

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini juga untuk mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026," kata Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penguatan akses keuangan masyarakat.

"Saya menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja membangun kelembagaan ini," ujarnya.

Prabowo kemudian menyebut sejumlah penerima manfaat dari berbagai sektor yang turut hadir dalam Rakornas TPAKD, mulai dari pengemudi ojek online, petani, pedagang, hingga santri.

"Saya juga mendapat laporan ada perwakilan penerima manfaat dari berbagai sektor, pengemudi online, petani, pedagang dan juga dari para santri," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan peran penting santri dan pondok pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia.

"Santri dan santriwati dan pondok pesantren telah menjadi bagian penting dalam sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia," ujarnya.

Prabowo kemudian menutup ucapannya dengan pesan mengenai kekompakan santri untuk memperkuat Indonesia.

"Santri kompak dan hebat, Indonesia semakin kuat," kata Prabowo.

Sebut Ada Perusahaan Asing Sebabkan Karhutla: Ada yang 19 Kali Melanggar

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengungkap adanya indikasi keterlibatan sejumlah perusahaan asing dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Ia bahkan menyebut ada perusahaan yang telah melakukan pelanggaran hingga 19 kali.

"Kebakaran hutan, ternyata ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut membiayai kebakaran hutan. Ya kan? Ini sudah rahasia umum," kata Prabowo.

Prabowo menilai Indonesia selama ini terlalu terbuka sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai pihak yang beroperasi di dalam negeri.

"Kenapa? Karena ya kita, kita terlalu lugu. Siapa aja boleh masuk, siapa aja boleh beli tanah kita, siapa aja boleh bikin LSM, ya kan. Semua, aduh. Makanya sekarang kita harus hati-hati," ujarnya.

Ia kemudian meminta para kepala daerah, mulai dari bupati, wali kota hingga gubernur, ikut bertanggung jawab mengawasi perusahaan yang mendapatkan konsesi di wilayah masing-masing.

"Semua bupati, wali kota, gubernur, harus bertanggung jawab," kata Prabowo.

Prabowo mengungkap ada perusahaan pemegang konsesi yang berulang kali melakukan pelanggaran. Menurutnya, beberapa di antaranya bahkan tercatat melanggar hingga belasan kali.

"Dikasih konsesi sudah belasan tahun ada yang melanggar tiga kali empat kali, melanggar tiga kali empat kali, ada yang belasan kali, ada yang 19 kali melanggar," ujarnya.

Prabowo menilai pemerintah tidak perlu terus memberikan toleransi kepada perusahaan yang berulang kali melakukan pelanggaran. Ia mengusulkan konsesi langsung dicabut apabila perusahaan sudah dua kali melanggar.

"Ini menurut saya udah nggak usah lagilah, kalau dua kali melanggar cabut aja, ya. Nggak apa-apa," kata Prabowo.

Sebelumnya, dugaan keterlibatan pihak asing dalam kasus karhutla diungkap Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Polri telah meningkatkan 98 kasus yang berkaitan dengan korporasi ke tahap penyidikan dan masih memilah perusahaan yang terkait penanaman modal asing maupun pihak asing.

Suyudi juga mengatakan Polri telah menetapkan tersangka terhadap 11 korporasi, dengan tiga di antaranya merupakan perusahaan penanaman modal asing (PMA).