Ragam Arahan Prabowo soal Karhutla hingga Erupsi Gunung Anak Krakatau

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) secara virtual untuk memantau perkembangan sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia, Senin (7/9).
Prabowo mendengarkan laporan terkini terkait gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Dalam rapat tersebut, Prabowo didampingi secara langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan RI Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari.
Sementara Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Suharyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena serta pimpinan kementerian/lembaga dan kepala daerah mengikuti rapat secara virtual.
Prabowo menyebut Indonesia harus selalu siap menghadapi berbagai potensi bencana karena berada di kawasan cincin api atau Ring of Fire. Kondisi geografis tersebut membuat pemerintah perlu memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
"Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the Ring of Fire. Ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," kata Prabowo.
Alokasi Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
Prabowo menegaskan pemerintah akan mengevaluasi kebijakan anggaran untuk memperkuat mitigasi bencana. Menurutnya, alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut perlu ditingkatkan secara signifikan.
"Berarti pelajaran kita bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," tegasnya.
Prabowo juga menilai kemampuan pemerintah dalam merespons bencana saat ini semakin baik. Ia mencontohkan penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang menurutnya telah dilakukan secara cepat dan masif.
"Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu. Sekarang pun dibanding tahun-tahun yang dulu, respons kita sangat cepat," kata Prabowo.
Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara berkoordinasi dengan Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas untuk menyusun perencanaan penguatan sarana penanggulangan bencana. Perencanaan tersebut mencakup penambahan helikopter, pompa air, ekskavator, pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta peralatan lain yang dapat ditempatkan di daerah rawan bencana.
Pemerintah juga akan mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk pengembangan drone yang mampu membawa dan menjatuhkan air, serta penelitian mengenai bahan yang paling efektif untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.
Rombak Kapal Giuseppe Garibaldi untuk Induk Heli-Drone
Pemerintah akan mengerahkan kapal induk asal Italia, Giuseppe Garibaldi, untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prabowo mengatakan kapal tersebut akan diubah menjadi kapal induk helikopter dan drone pengangkut air untuk mempercepat respons ke titik-titik kebakaran.
"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Itali akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kapal induk tersebut memiliki kemampuan menampung 10 helikopter kelas menengah.
"Saya kira itu sejenis Black Hawk dan sejenis Mi-17 yang rata-rata bisa mengangkut 4 sampai 5 ton air. Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita," kata Prabowo.
Cabut Izin Lahan Karhutla yang Jadi Kebun Sawit
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto adanya lahan di Kalimantan yang sempat terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi kemudian berubah menjadi kebun kelapa sawit.
Menurut Suharyanto, lahan tersebut baru saja terbakar ketika lokasi di tempat lain sudah disiapkan untuk rencana penanaman kelapa sawit.
Suharyanto juga melaporkan penangkapan pelaku pembakaran lahan di Jambi. Pelaku mengaku mendapat bayaran Rp 500 ribu untuk membakar lahan.
"Dan memang di lapangan betul sekali memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar, kami menangkap di Jambi ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya Rp 500 ribu, diberi uang dan kemudian di Kalimantan Barat terlihat di gambar lokasi yang baru saja kebakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain, lokasi itu sudah berubah jadi rencana penanaman pohon, pohon sawit," ujar Suharyanto.
Prabowo pun heran dengan munculnya perkebunan di lahan karhutla.
"Saya tertarik juga habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat, jadi ini benar-benar kesengajaan, apakah ini rakyat atau korporasi?" kata Prabowo.
Prabowo mengatakan akan meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Satgas PKH menilai korporasi yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Jika terbukti melakukan pelanggaran, Prabowo membuka kemungkinan pencabutan izin usaha dan hak guna usaha (HGU) perusahaan.
"Dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kehutanan, ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai, kalau perlu kita segera cabut semuanya, semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya, dan sebagainya, ini sudah kelewatan, saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," ujar Prabowo.
Minta Kapolri Terus Selidiki
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ada ratusan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga memproses sejumlah korporasi terkait kasus karhutla.
"200 laporan yang kami proses, ada 138 tersangka yang kita amankan, 119 sengaja dan 18 lalai, kemudian ada 8 korporasi yang kami proses kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap 18 perusahaan dan 42 perusahaan yang saat ini diberikan sanksi administrasi pembekuan atau pencabutan izin apakah mereka melakukan pidana, kalau memang nanti mereka melakukan pidana, maka kami akan proses, jadi angka ini akan terus bergerak, bertambah disesuaikan dengan tim yang terus bergerak di lapangan," ucap Listyo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo meminta kepada Kapolri agar nama-nama korporasi yang diduga terlibat karhutla segera dikirimkan kepadanya.
"Tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, 8 maupun yang 18," kata Prabowo.
Dukung Usulan Prabowo Integrasikan Badan Geologi-BMKG
Ketua Komisi XII DPR Melchias Markus Mekeng mendukung usulan Presiden Prabowo Subianto yang mempertimbangkan integrasi Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Badan Geologi saat ini berada di bawah Kementerian ESDM.
Mekeng menilai penggabungan tersebut masuk akal. Menurutnya, hal itu dapat merampingkan organisasi sekaligus meningkatkan efisiensi.
"Menurut saya usulan Pak Presiden masuk akal agar terjadi perampingan organisasi yang jenis pekerjaannya dan tujuannya sama agar mulai dilakukan efisiensi dari lembaga-lembaga," kata Mekeng saat dikonfirmasi, Senin (7/9).
Mekeng mengatakan Komisi XII DPR sebagai mitra Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mendukung apabila wacana tersebut nantinya dibahas secara resmi dalam rapat.
"Ya kalau nanti ada usulan rapat masalah ini, kita mendukung usulan Presiden," ujarnya.
Politikus Golkar ini mengatakan, dirinya lebih sepakat jika Badan Geologi digabung dengan BMKG. "Disatukan juga bagus," ucap dia.
